Mamasa

Jalan Provinsi Mamasa-Polman Rusak Parah, Dikeluhkan Warga

Titik terparah sepanjang kurang lebih tujuh kilometer dari Dusun Kata - Kata Desa Botteng dengan Mehalaan Barat Kecamatan Mehalaan

Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Abd Rahman
Hamsah Sabir
JALAN RUSAK - Kondisi jalan penghubung dua Kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) tepat diantara Desa Mehalaan Barat dengan Desa Botteng Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, bak sungai kering. Foto / Hamsah Sabir. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kondisi akses jalan penghubung Desa Botteng dengan Mehalaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), makin memperihatinkan.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (9/6/2025), kondisi jalan becek dan berlumpur, bak kubangan kerbau.

Jalan ini berlumpur tebal yang membuat pengendara dan pejalan kaki sulit dilalui.

Saat ini kondisinya makin buruk, bahkan nyaris sudah tak bisa dilalui kendaraan roda dua terlebih roda empat.

Baca juga: Kemenag Sulbar Sembelih 13 Ekor Sapi, 700 Paket Daging Kurban Dibagikan ke Warga

Baca juga: Jorok ! Drainase Tersumbat, Sampah Meluap di Jalan Depan Kantor Disdag Polman

Sementara jalan tersebut berstatus jalan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang menghubungkan dua Kabupaten yakni Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Saat ini kondisi jalan antara Desa Botteng dengan Mehalaan Barat, sudah semakin parah.

Titik terparah sepanjang kurang lebih tujuh kilometer dari Dusun Kata - Kata Desa Botteng dengan Mehalaan Barat Kecamatan Mehalaan.

Jalan ini juga merupakan akses satu - satunya masyarakat dari tiga desa yang ada di Kecamatan Mehalaan.

Yakni Desa Passembuk, Desa Kondo dengan Desa Botteng.

Tiap hari jalan ini dilalui masyarakat dari tiga desa terpencil di Kabupaten Mamasa tersebut.

Kepada Tribun-Sulbar.com, salah satu pengguna jalan Vivi, sangat mengeluhkan kondisi jalan itu.

Bagaimana tidak, ukuran jalan yang dulunya lebar kurang lebih empat hingga lima meter, kini tersiksa hanya pas - pas ukuran mobil.

Bahkan sudah ada yang sama sekali sulit dilalui kendaraan.

"Kalau hujan Ki lewat, tidak bisa mi boncengan, apalagi kalau mobil, ya biasa bermalam di jalan," ujar Vivi kepada Tribun-Sulbar.com di Mehalaan, Senin (9/6/2025).

Untuk diketahui juga, jalan tersebut satu - satunya akses masyarakat untuk memasarkan hasil bumi mereka.

Bahkan tiap pekan dilalui warga menuju pasar yang ada di Kecamatan Mambi.

Warga berharap jalan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah terkait.

"Semoga bisa diperhatikan pemerintah, " pungkasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir.

 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved