Sapi Prabowo
Dinas Peternakan Pasangkayu Minta Bantuan Polisi dan TNI Jaga Sapi Presiden Prabowo hingga Idul Adha
Dinas Peternakan Pasangkayu akan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, untuk memperketat pengamanan.
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Abdul-Gafur-saat-ditemui-di.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pasangkayu meminta bantuan pengamanan TNI Polri terhadap sapi kurban sumbangan Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Abdul Gafur saat ditemui di kantor Disbunnak Pasangkayu mengatakan, pengamanan sapi kurban tersebut merupakan tanggung jawab pemilik sapi.
"Itu berdasarkan perjanjian kami, bahwa peternak bertanggung jawab terhadap sapi tersebut, hingga satu hari sebelum Idul Adha," ucap Gafur saat ditemui di ruangannya, Selasa (20/5/2025).
Baca juga: Polisi Akan Terbitkan DPO Oknum Karyawan BRI Life Tipu Warga Polman hingga Rp 9 Miliar, Ini Modusnya
Baca juga: Puskeswan Pastikan Hewan Kurban Majene Tujuan Kalimantan Bebas Penyakit
Meski demikian, dinas peternakan juga akan terus memantau perkembangan fisik sapi kurban presiden RI itu.
"Karena merupakan tanggung jawab bersama, karena ini merupakan sumbangan dari presiden," ujar Abdul Gafur.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, untuk memperketat pengamanan.
Hal itu dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Apalagi masih sekitar 20 hari lagi menjalang Idul Adha," tambahnya.
Sapi kurban sumbangan Presiden ini nantinya akan dikurbankan di masjid Ar Rahman, Kelurahan Pasangkayu.
Selanjutnya dia berharap, agar pengamanan sapi kurban presiden ini dapat lancar hingga hari Idul Adha nantinya.
Diketahui, sapi jenis milik itu milik Rusdang warga Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, yang dibeli oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk kurban Idul Adha 1446 Hijriah.
Sapi usia empat tahun dengan berat kurang lebih 800 kg itu dibeli dengan harga Rp 90 juta.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan