Jalan Rusak Majene
IMM Majene Kecewa Pemda Lambat Tangani Jalan Rusak Akses 3 Desa di Malunda
IMM Majene meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekadar janji.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Puluhan-warga-di-Kecamatan-Malunda-Kab.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majene, Irwan Japaruddin, menyoroti lambannya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Majene terhadap kerusakan jalan menuju tiga desa di Kecamatan Malunda, yakni Desa Lombang, Lombang Timur, dan Salutahongan.
Menurut Irwan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pasar. Namun, selama lebih dari satu dekade, jalan itu dibiarkan rusak parah tanpa perbaikan berarti.
Baca juga: Pengendara Bandel Abaikan Rambu di Perempatan Pasar Sentral Majene Sering Macet
Baca juga: Profil Arsal Aras Bupati Mamuju Tengah Terpilih Periode 2025 - 2030, Bapaknya Mantan Bupati
“Kami sangat kecewa dengan sikap Pemda yang terkesan tidak serius dalam menangani infrastruktur ini. Jalan ini adalah nadi kehidupan warga, tempat mereka mengakses sekolah, Puskesmas, dan menjual hasil pertanian,” ujar Irwan saat ditemui Tribun Sulbar.com di Majene, Senin (21/4/2025).
Irwan mengungkapkan, dampak dari kerusakan jalan ini sangat luas. Tak sedikit pelajar yang terjatuh saat berangkat sekolah, bahkan pernah terjadi kasus ibu hamil keguguran karena guncangan di jalan rusak tersebut.
Selain itu, jalan itu juga merupakan jalur produksi utama bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Ongkos angkut hasil tani makin mahal karena mobil sering jungkir balik. Ini jelas menghambat perekonomian warga,” tegasnya.
IMM Majene meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekadar janji.
“Ini soal keselamatan dan keberlangsungan hidup ribuan warga. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tambah Irwan.
Sementara itu, warga dari ketiga desa tersebut selama sepekan terakhir terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya, tanpa dukungan dari pemerintah.
Dana iuran sukarela warga digunakan untuk membeli material dan menyewa alat seadaanya, sebagai bentuk kepedulian bersama atas akses jalan yang sudah terlalu lama terbengkalai.
Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab
| Jalan Rusak Tak Bisa Dilalui Mobil Jenazah Warga Limboro Utara Majene Harus Ditandu 7 Kilometer |
|
|---|
| Unsulbar Percepat Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mahasiswa Baru Masuk Kampus |
|
|---|
| Anggaran Tiada, Jalan Rusak ke Kampus Unsulbar Majene Batal Diperbaiki Tahun Ini |
|
|---|
| Warga Majene Terpaksa Melahirkan di Hutan Saat Ditandu Melintasi Jalan Rusak |
|
|---|
| Mahasiswi Nangis Tidak Jadi Ngampus Usai Terjebak di Jalan Rusak ke Unsulbar Majene |
|
|---|