Minggu, 24 Mei 2026

Jalan Rusak Majene

IMM Majene Kecewa Pemda Lambat Tangani Jalan Rusak Akses 3 Desa di Malunda

IMM Majene meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekadar janji.

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto IMM Majene Kecewa Pemda Lambat Tangani Jalan Rusak Akses 3 Desa di Malunda
Tribun Sulbar / Anwar Wahab
JALAN RUSAK MAJENE - Puluhan warga di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang menjadi akses utama ke pusat pelayanan di Malunda, Minggu (14/4/2025), warga dari tidak desa ini keluhkan jalan yang sudah rusak parah selama sepuluh tahun. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majene, Irwan Japaruddin, menyoroti lambannya respons Pemerintah Daerah Kabupaten Majene terhadap kerusakan jalan menuju tiga desa di Kecamatan Malunda, yakni Desa Lombang, Lombang Timur, dan Salutahongan.

Menurut Irwan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pasar. Namun, selama lebih dari satu dekade, jalan itu dibiarkan rusak parah tanpa perbaikan berarti.

Baca juga: Pengendara Bandel Abaikan Rambu di Perempatan Pasar Sentral Majene Sering Macet

Baca juga: Profil Arsal Aras Bupati Mamuju Tengah Terpilih Periode 2025 - 2030, Bapaknya Mantan Bupati

“Kami sangat kecewa dengan sikap Pemda yang terkesan tidak serius dalam menangani infrastruktur ini. Jalan ini adalah nadi kehidupan warga, tempat mereka mengakses sekolah, Puskesmas, dan menjual hasil pertanian,” ujar Irwan saat ditemui Tribun Sulbar.com di Majene, Senin (21/4/2025). 

Irwan mengungkapkan, dampak dari kerusakan jalan ini sangat luas. Tak sedikit pelajar yang terjatuh saat berangkat sekolah, bahkan pernah terjadi kasus ibu hamil keguguran karena guncangan di jalan rusak tersebut.

Selain itu, jalan itu juga merupakan jalur produksi utama bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Ongkos angkut hasil tani makin mahal karena mobil sering jungkir balik. Ini jelas menghambat perekonomian warga,” tegasnya.

IMM Majene meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekadar janji.

“Ini soal keselamatan dan keberlangsungan hidup ribuan warga. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tambah Irwan.

Sementara itu, warga dari ketiga desa tersebut selama sepekan terakhir terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya, tanpa dukungan dari pemerintah.

Dana iuran sukarela warga digunakan untuk membeli material dan menyewa alat seadaanya, sebagai bentuk kepedulian bersama atas akses jalan yang sudah terlalu lama terbengkalai.

Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved