Literasi
Pesan Jumat Dari Cak Nur
Kupasan Cak Nur diawali dengan sejarah pembacaan salam ketika akan memulai khotbah, penyampaian sejarahnya sangat menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu-salah-satu-cendikiawan-Muslim-asal-Kabupaten-Polman.jpg)
Itulah sebabnya setelah kita melaksanakan shalat wajib berjamaah di mesjid, dan kita akan melanjutkan untuk melaksanakan shalat sunnat, kita biasanya pindah tempat, dan itulah adalah tiruan simbolik pindah ke rumah. Dan itu bagian dari aspek rileks dari agama yang telah menjadi formalitas karena kita tidak tahu asal usulnya.
Yang menarik yang disampaikan oleh Cak Nur, bahwa ketika Nabi akan berkhotbah Nabi selalu menyandarkan pedang atau tombak pada bahu beliau, karena waktu itu umat Islam adalah komunitas militer.
Cak Nur memberikan pemahaman kontemporer atau kontekstualisasi dari makna pedang atau tombak. Bahwa Nabi ketika tampil sebagai khatib, Nabi tampil gagah sekali diatas mimbar sambil menyandarkan pedang atau kadang tombak pada baju beliau.
Begitupun khatib-khatib sekarang ini, harus memakai pakaian terbaiknya ketika berkhotbah, dan tampil lebih siap. Itulah sebabnya ada mesjid yang menyiapkan pakaian kebesaran yang akan dipakai khatib ketika akan menyampaikan khotbah Jumat.
Disamping menyiapkan pakaian khusus untuk khatib, juga disiapkan tongkat khusus untuk para khatib, dan adalah bentuk atau mencontoh yang pernah dilakukan oleh Nabi.
Dan yang lebih penting disampaikan oleh seorang khatib, yaitu isi khotbah yaitu pesan taqwa.
Oleh sebab itu pesan-pesan ketaqwaan wajib disampaikan oleh seorang dan mengutip ayat yang berkaitan dengan makna ketaqwaan. Dan wasiat taqwa ini bagian atau rukun dari khotbah jumat.
Pesan taqwa atau ajakan untuk bertaqwa itulah yang menjadi pokok bahasan penting yang akan akan disampaikan seorang khatib, sebab itu adalah rukun khotbah, Disamping ucapan Alhamdulillah, shalawat kepada Nabi, membaca ayat suci, dan berdoa.
Itulah pesan-pesan penting Cak Nur, dalam khotbah-khotbahnya di salah satu bukunya yaitu pesan-pesan taqwa.
(Bumi Pambusuang, 17 April 2025)