Berita Mamuju
Air PDAM Berbulan-bulan Tak Normal, Warga Mamuju Beralih ke Sumur Bor
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif sumber air, salah satunya dengan membuat sumur bor.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pekerja-sedang-memasang-instalasi-sumur-bor-di-rumah-warga-di-BTN-Royal-Riverside-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga di beberapa wilayah Mamuju dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak lancar.
Salah satunya di BTN Royal Riverside Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, (Sulbar).
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif sumber air, salah satunya dengan membuat sumur bor.
Baca juga: Warga BTN Royal Riverside Mamuju Keluhkan Air PDAM: Sudah berbulan-bulan Tidak Mengalir
Salah seorang pekerja sumur bor, Bapak Rahma, mengatakan sejak banjir besar melanda Mamuju beberapa waktu lalu, permintaan pembuatan sumur bor meningkat drastis.
"Sejak banjir, banyak warga Mamuju yang menyewa jasa sumur bor, mereka terpaksa membuat sumur bor baru untuk mendapatkan air bersih,"ucap Bapak Rahma saat ditemui di BTN Royal Riverside, Sabtu (12/4/2025).
Menurut Bapak Rahma, dalam sehari, ia bisa menerima beberapa panggilan untuk pembuatan sumur bor.
"Mulai dari Jalan Tuna sampai pasar baru Mamuju banyak panggilan untuk buat sumur bor, bahkan di BTN Royal Riverside ini sudah dua saya kerjakan, pertama pas bulan puasa dan sekarang lagi," terangnya.
Biaya pembuatan sumur bor bervariasi, tergantung kedalaman dan kondisi tanah.
"Biayanya bervariasi, tapi pasnya kami itu tiga jutaan," kata Bapak Rahma.
Meskipun biaya pembuatan sumur bor cukup mahal, warga tidak memiliki pilihan lain.
Mereka membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih ini berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari warga.
Mereka harus mengatur penggunaan air dengan sangat hati-hati dan bahkan membeli air dari penjual air galon.
"Kami sangat kesulitan. Untuk mandi saja, kami biasa menampung air hujan atau membeli air galon, dan tak jarang juga kami ke sungai," tutur Herman salah seorang warga BTN Royal Riverside.
Warga berharap pemerintah daerah dan PDAM segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.
Mereka meminta agar pasokan air PDAM segera mengalir agar tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.(*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Kalumpang Mamuju Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Papan Larangan Tangkap Ikan di Tanjung Ngapo Mamuju Bikin Geger, Hanya Penduduk Desa Dungkait Bisa? |
|
|---|
| Pria di Mamuju Diciduk Polisi Kepergok Penghuni Kosan Wanita Dalih Tutup Pintu Kamar |
|
|---|
| 2 Saudara Kandung di Tapalang Mamuju Berselisih Gara-gara Harta Warisan Tanah Didamaikan Polisi |
|
|---|