Mamuju Tengah
Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pemilik Toko Eletronik di Mamuju Tengah
Polisi kini melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Polisi-Topoyo-melakukan-TKP-di-pasar-Lama-Topoyo.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Pihak kepolisian masih menyelidik penemuan mayat seorang perempuan pemilik Toko Makassar Jaya Elektronik Topoyo.
Korban diketahui bernama Cece Ervy yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di pasar lama Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sabtu (22/3/2025) pukul 06.00 Wita.
Atas peristiwa tersebut, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyilidikan terkait kematian seorang wanita bernama Cece Ervy.
Polisi kini melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Kapolsek Topoyo, Iptu Kasmuddin, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP. Belum bisa kami berikan keterangan lebih lanjut," kata Kapolsek Topoyo, Iptu Kasmuddin.
Warga sekitar lokasi kejadian terkejut dengan kabar ini.
Mereka mengungkapkan bahwa korban terlihat beraktivitas normal sehari sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.
"Korban terlihat normal kemarin, tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan melakukan sesuatu yang tidak biasa," ujar salah satu warga.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti, serta memberikan waktu bagi polisi untuk mengungkap penyebab kematian korban.(*)
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Emak-Emak di Mamuju Tengah Serbu Pasar Murah, Beras, Telur dan Minyak Goreng Paling Diincar |
|
|---|
| Buaya 2,7 Meter Muncul di Permukiman Warga Mamuju Tengah, Sempat Melawan Saat Dievakuasi |
|
|---|
| Keterbatasan Bukan Halangan, Pemkab Mamuju Tengah Sukses Tumbuhkan Ekonomi 5,08 Persen |
|
|---|
| Bupati Arsal Aras Rela Tunda Pembangunan Infrastruktur Demi PPPK Anggarkan Rp100 Miliar untuk Gaji |
|
|---|