Berita Mamuju Tengah
Tanggapi Keluhan Pelanggan, PDAM Mamuju Tengah Sebut Ada Kebocoran Pipa
Dirinya juga menyarankan, pelanggan bisa mengontrol meterannya sendiri terkait pemakaian bulanannya.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kantor-UPTD-Air-Bersih-Kabupaten-Mamuju-Tengah-di-Jalan-Poros-Tobadak.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) angkat bicara terkait keluhan pelanggan.
Dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Kamis (20/3/2025) Kepala UPTD Air Bersih Mamuju Tengah, Arsyam M Nur menjelaskan, penyebab tidak lancarnya air dikarenakan ada kebocoran pipa.
"Kami menemukan 5 titik kebocoran, tiga titik sudah ditangani sementara dua titik lainnya sementara kami tangani," jelasnya.
Baca juga: Lama Tak Ngalir, Pelanggan Keluhkan Pelayanan PDAM Mamuju Tengah
Namun menjadi kendala, adanya pohon besar tumbang dan menutupi pipa bocor.
Sehingga pihaknya baru menyadari ada kebocoran setelah mengecek.
"Tadi siang, saya suruh anggota cari tukang chainsaw karena batang kayu tersebut besar dan harus di potong-potong terlebih dahulu," ujarnya.
Dirinya mengakui, kebocoran tersebut tidak terdeteksi karena dibawah tumpukan kayu.
Olehnya itu, saat ini pihak PDAM melakukan upaya perbaikan agar pipa bisa diperbaiki.
Sehingga, diharapkan air kembali normal mengalir ke rumah-rumah pelanggan.
Adapun terkait pembengkakan pembayaran saat air tidak lancar mengalir, Arsyam menjelaskan pihaknya harus bertemu langsung dengan pelanggan bersangkutan.
"Tentunya kita cek terlebih dahulu, pelanggan bersangkutan membawa nomor rekeningnya untuk dibandingkan bulan lalu dan sekarang," tuturnya.
Setelah itu, dilakukan pengecekan meteran di rumah pelanggan.
"Nantinya kita akan mengetahui, apakah ada kesalahan pencatatan oleh petugas kami atau tidak," pungkasnya.
Dirinya juga menyarankan, pelanggan bisa mengontrol meterannya sendiri terkait pemakaian bulanannya.
"Sehingga bisa dicocokkan ketika ada kekeliruan pencatatan oleh petugas," tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Warga Paraili Mamuju Tengah Mengaku Dihipnotis OTK, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari |
|
|---|
| Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Rusak Parah, Lubang Ditandai Pot Bunga dan Ban Bekas Warga |
|
|---|
| Polres Mamuju Tengah Masih Selidiki Dugaan Raibnya Aset Desa Kombiling, 12 Saksi Sudah Diperiksa |
|
|---|