Sabtu, 23 Mei 2026

Overdosis Minuman Kemasan

Pemuda Pasangkayu Meninggal Gegara Sering Minum Minuman Kemasan? Mengeluh Mual dan Pusing

Korban bernama Sunardi itu, meninggal pada Kamis (20/2/2025), setelah sempat dirawat inap di Puskesmas Tikke Raya, selama dua hari.

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Pemuda Pasangkayu Meninggal Gegara Sering Minum Minuman Kemasan? Mengeluh Mual dan Pusing
Taufan/Tribun-Sulbar.com
Meninggal Keracunan - Sunardi (24) pemuda di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, meninggal dunia diduga keracunan minuman kemasan boto, Kamis (20/2/2025). Korban sempat dirawat di Puskesmas Tikke Raya, sebelum meninggal 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Pemuda 24 tahun di Pasangkayu diduga meninggal karena sering konsumsi minuman kemasan. 

Hal ini menimpa pemuda Dusun Karya Makmur, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Keluarga menduga ia meninggal karena keracunan minuman kemasan tersebut. 

Baca juga: Kronologi Polres Majene Berhasil Tangkap Tahanan Kabur, Sempat Mencuri Ini

Baca juga: Pengendara Ngeluh Ada Genangan Air Mengganggu Depan SD Inpres Ngapaboa Mamuju Tengah 

Korban bernama Sunardi itu, meninggal pada Kamis (20/2/2025), setelah sempat dirawat inap di Puskesmas Tikke Raya, selama dua hari.

Keluarga korban ketika dikonfirmasi, saat dilarikan Puskesmas pada Selasa (18/2/2025), almarhum mengalami mual dan lemas setelah meminum minuman botol kemasan.

"Saat dilarikan ke Puskesmas, korban memang terlihat sudah loyo," terang Kamsir, keluarga korban saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2025).

Dia menerangkan, saat itu korban sempat mengeluhkan sakit kepala, bahkan tidak bisa membuka mata.

"Waktu di rumah, tiba-tiba dia bilang sakit kepala, terus mual. Padahal sebelumnya masih sehat kondisinya," tambah Kamsir.

Dia juga menerangkan, almarhum bukan hanya sekali mengkonsumsi minuman botol kemasan itu.

"Kalau dari cerita teman kerjanya, almarhum bukan cuman sekali minum minuman itu, tapi sering," pungkasnya.

Lebih lanjut, Kasmir menjelaskan bahwa pihak keluarga sebelumya tidak mengetahui jika korban mengalami keracunan.

"Nanti kami tahu pas sudah meninggal. Karena dari keterangan pihak Puskesmas, korban mengalami tanda-tanda keracunan akibat overdosis," ujarnya.

Akan tetapi, pihak keluarga korban sudah ikhlas atas kejadian ini, dan tidak keberatan dengan peristiwa yang menimpa keluarganya.

Peristiwa ini juga masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved