Pasar Murah Sulbar
Distapang Sulbar Gelar Pasar Murah di Depan Kantor Gubernur
Pelaksanaan ini bertujuan untuk menstabilisasi harga komoditas pangan dan juga upaya untuk pengendalian inflasi.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dinas-Ketahanan-Pangan-Sulawesi-Barat-melaksanakan-pasar-murah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Barat melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah, Kamis (7/2/2025) pagi.
Pasar murah berlangsung di depan kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,
Kepala Dinas (Kadis) ketahanan pangan (Distapang) Abdul Waris Bestari mengatakan, Kegiatan ini berdasarkan arahan langsung dari Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulbar Bahtiar Baharuddin.
Baca juga: Warga Pasangkayu Serbu Gerakan Pangan Murah, Belanja Bahan Pokok Harga Lebih Murah
Pasar murah tersebut untuk menstabilisasi harga komoditas dan juga upaya untuk pengendalian inflasi.
"Ke depan jika inflasi rendah kami akan mengadakan satu sampai dua kali pasar murah ini dalam sebulan," ucap Waris saat diwawancarai Tribun-Sulbar.com, Jumat (7/2/2025).
Melalui GPM, kata Waris, keperluan masyarakat tersedia dengan harga lebih terjangkau.
Adapun komoditi yang dijual pada GPM yakni, Beras Premium (Nur Madinah), beras Medium (Sinar Madinah), beras SPHP, telur ayam ras, minyak goreng kita, gula pasir, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai Keriting, cabai besar, tomat dan sayuran.
"Untuk beras SPHP hari ini terakhir dijual di pasaran, untuk sementara waktu pemerintah menyetop beras SPHP yang keluar dari Badan Urusan Logistik (Bulog)," kata waris.
Waris menambahkan, antusias masyarakat yang datang sangat luar biasa.
"Antusias masyarakat datang sejak pagi sangat luar biasa, telur itu sudah habis tidak sampai setengah jam sejak GPM buka," ungkap Waris.
Ia berharap dengan adanya pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, beberapa masyarakat yang diwawancarai oleh Tribun-Sulbar.com mengatakan mereka sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, karena dapat menghemat pengeluaran.
"Alhamdulillah sangat senang dengan adanya pasar murah ini, karena bisa menghemat pengeluaran ,apalagi harga bahan pokok sekarang ini semakin mahal," ujar Ratna saat ditemui Tribun di stand GPM. (*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus