Rabu, 3 Juni 2026

Berita Pasangkayu

Kata Anggota Komisi III DPRD Pasangkayu Soal Jembatan Antar Dusun di Desa Polewali Rawan Amblas

Amries mengatakan, saat reses bulan lalu, dia sudah melihat kondisi jembatan tersebut.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kata Anggota Komisi III DPRD Pasangkayu Soal Jembatan Antar Dusun di Desa Polewali Rawan Amblas
Taufan/Tribun-Sulbar.com
Jembatan di Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, rusak dan rawan rubuh, Sabtu (18/1/2025) 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pasangkayu, angkat bicara terkait jembatan rawan rubuh dan bahayakan pengendara, di Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar).

"Jembatan penghubung antar dusun itu, memang sudah menjadi keluhan warga di sana karena rawan rubuh," ujar Amries, salah satu anggota DPRD Pasangkayu komisi III, saat ditemui di kantor DPRD Pasangkayu, Kamis (23/1/2025).

Amries mengatakan, saat reses bulan lalu, dia sudah melihat kondisi jembatan tersebut.

Baca juga: Oprit Lepas, Jembatan Desa Polewali Pasangkayu Rawan Rubuh Bahayakan Pengendara

Menurutnya jembatan itu memang sudah tidak layak dilewati.

"Setelah kami bahas dengan dinas PU Pasangkayu, ternyata jembatan tersebut tidak masuk dalam jalan kabupaten, melainkan jalan provinsi," tambahnya.

Kepala Dinas PU Pasangkayu juga telah melakukan koordinasi dengan dinas PU Provinsi, agar jembatan itu segera dibenahu tahun ini.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga, maupun wisatawan yang tiap Minggu berkunjung ke wisata Pantai Koa-koa.

Bila rubuh, ditakutkan warga di sana tidak lagi memiliki akses menuju ke jalan poros.

Meski ada jalur alternatif, namun kondisi jembatan di jalan itu juga sangat memprihatinkan, dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Anggota DPRD Pasangakyu dari partai Gerindra itu juga mengatakan, sudah menyarankan kepada warga agar memasang papan peringatan jembatan rawan rubuh di lokasi, khususnya bagi kendaraan muatan berat.

"Tapi masih tetap dilalui kendaraan berat, karena hanya itu jalan satu-satunya," pungkas Amries.

Diberitakan sebelumnya, oprit jembatan tersebut terlepas dari badan jembatan.

Selain itu, kondisi jembatan yang sempit menyebabkan kendaraan yang lewat harus bergantian untuk melintas ketika berpapasan.

Kondisi ini dikhawatirkan oleh warga sekitar, karena diperparah dengan kondisi aspal di jembatan itu yang nampak retak-retak.

Menurut warga, penyebab jembatan itu rusak akibat sering dilewati kendaraan muatan berat.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved