Berita Pasangkayu
Cuaca Buruk Diprediksi Hingga Maret, Basarnas Minta Warga dan Nelayan Pasangkayu Jauhi Laut
Selama cuaca buruk berlangsung, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di laut, dan tetap waspada saat berada di area pesisir.
Penulis: Taufan | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nelayan-sedang-memarkir-kapal-dipinggir-pantai-tidak-melaut-karena-cuaca-buruk.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Badan SAR Nasional (Basarnas) Pasangkayu minta warga Pasangkayu, terutama mereka yang berdomisili i sekitar wilaah pesisir, agar tidak beraktivitas di sekitar laut.
Disebabkan cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Pasangkayu beberapa waktu terakhir, menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keselamatan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir dan luar rumah.
Angin kencang dan gelombang tinggi maish berpotensi akan terus terjadi, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghentikan sejenak aktivitas di luar.
Personel Unit Siaga Sar Pasangkayu Asaputra Ahmanansa mengatakan pihaknya akan terus memonitor kondisi cuaca ekstrim, saat ini dan mengkoordinasikan dengan berbagai instansi terkait.
"Seperti BPBD Pasangkayu, Satpolairud Polres Pasangkayu, dan Polres Pasangkayu, serta Lanal Mamuju, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, untuk meminimalkan risiko yang terjadi akibat cuaca ekstrem," ujarnya, saat ditemui di kantor Basarnas Pasangkayu, Jumat (10/1/2025).
Asaputra mengatakan, cuaca buruk ini sangat mengancam keselamatan para nelayan
"Mereka takut saat melaut ke tengah tiba-tiba kondisi cuaca berubah menjadi buruk, itu sangat membahayakan,” ujar Asaputra.
Asaputra menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terhadap munculnya dampak dari cuaca ekstrem.
Begitu juga bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke objek wisata di kabupaten Pasangkayu selama cuaca ekstrem berlangsung, agar senantiasa waspada dengan memperhatikan tanda-tanda alam.
Baca juga: Pemuda 16 Tahun di Polman Dipukul OTK Saat Sedang Pesta Miras, Dianiaya Gara-gara Geber Gas Motor
Baca juga: Ditetapkan Gubernur Terpilih, SDK Doakan Rival Politik Sehat: Harapan Baik Kami Bawa Bangun Sulbar
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mandi di pantai sementara waktu ini, khususnya pada bulan Januari. Gelombangnya sangat besar, bahkan minggu lalu sudah terlihat peningkatan signifikan. Kami juga meminta pengunjung yang membawa anak kecil untuk selalu memantau mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, menghadapi cuaca ekstrem yang melanda pesisir Pasangkayu ini, Basarnas Pasangkayu bersama instansi terkait terus berusaha menjaga keselamatan masyarakat dengan langkah-langkah antisipasi dan himbauan.
"Bila ada peristiwa yang tidak diinginkan, bisa langsung menghubungi kami di call center 115," tambahnya.
Selama cuaca buruk berlangsung, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di laut, dan tetap waspada saat berada di area pesisir.
Lebih lanjut, Asaputra mengatakan cuaca buruk ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Maret. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Diduga Kelola Kebun di Luar HGU, Praktisi Hukum Soroti Aktivitas Perusahaan Sawit di Pasangkayu |
|
|---|
| Wanita di Pasangkayu Diciduk Polisi Hendak Edarkan Sabu Senilai Rp4 Juta yang Dibeli dari Palu |
|
|---|
| Dinsos Pasangkayu Dampingi Marigun Tetap Sekolah di SMK, Sempat Diusulkan Pindah ke SLB |
|
|---|
| Mobil Nyaris Terbalik ke Parit di Jalan Ir Soekarno Pasangkayu, Evakuasi Damkar Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Ular Masuk ke AC Diler Suzuki Pasangkayu, Damkar Bongkar Unit Pendingin untuk Evakuasi |
|
|---|