Selasa, 14 April 2026

Berita Mamuju Tengah

Warga Desa Budong-budong Ricuh, Diduga Gegara Rencana Tambang Pasir

Kasat Reskrim Polres Mateng, Iptu Fredy menjelaskan kericuhan yang terjadi di Muara Sungai Budong-budong, Topoyo, Mamuju Tengah, Jumat (20/12/2024).

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Via Tribun
zoom-inlihat foto Warga Desa Budong-budong Ricuh, Diduga Gegara Rencana Tambang Pasir
Tangkapan layar akun Facebook Rusdianto
Sejumlah masyarakat terlibat keributan di Muara Sungai Budong-budong, Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (20/12/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Sebuah video live streaming milik akun Facebook Rusdianto menayangkan sekelompok masyarakat yang terlibat kericuhan, Jumat (20/12/2024).

Informasi dihimpun, area kericuhan berada di lokasi rencana tambang pasir di Muara Sungai Budong-budong, Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar).

Dalam video, terdengar suara pemilik akun berteriak "Budong-budong, tambang sibatta," kalau dimaknai dalam bahasa Indonesia "terjadi kericuhan akibat tambang di Budong-budong".

Sejumlah masyarakat terlibat keributan di Muara Sungai Budong-budong, Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (20/12/2024).
Sejumlah masyarakat terlibat keributan di Muara Sungai Budong-budong, Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (20/12/2024). (Tangkapan layar akun Facebook Rusdianto)

Sementara itu, terlihat dalam video ratusan warga memadati lokasi tambang.

Ada yang berteriak histeris dan beberapa lainnya bertindak melerai warga terlibat keributan.

Dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Jumat (20/12/2024) malam, Kasat Reskrim Polres Mateng, Iptu Fredy membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, keributan tersebut benar berlokasi di pesisir muara Sungai Budong-budong Patulana, Desa Budong-budong.

Baca juga: Aliansi Masyarakat Pesisir Kepung Kantor DPRD Mamuju Tengah, Tolak Tambang Pasir

Fredy mengatakan, keributan diduga dipicu ada pro dan kontra dari masyarakat terhadap rencana penambangan di wilayah tersebut.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak.

"Sudah sementara dimediasi kepala Desa dengan anggota Polsek Topoyo di kantor Desa," ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan, dalam insiden tersebut tidak ada korban.

"Tidak ada (korban), hanya keributan saja," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved