Berita Mamuju
Masyarakat Leling Tommo Tolak Proyek Rekonstruksi Jembatan Kabe
Enam tiang itu dianggap akan menjadi penyebab mendatangkan dampak buruk bagi lingkungan dan keselamatan warga.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Aliansi-Masyarakat-Leling-demo-di-proyek-jembatan-Kabe-di-Desa-Leling-Kecamatan-Tommo.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Masyarakat Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan aksi unjuk rasa di area proyek jembatan Kabe Desa Leling Induk yang baru saja ambruk usai diterjang banjir, Kamis (5/12/2024) dini hari lalu.
Masyarakat melakukan aksi protes terhadap proses pembangunan jembatan Kabe yang dinilai kurang bagus dan justru mengancam keselamatan warga sekitar.
Warga melayangkan protes karena proyek jembatan yang dikerjakan oleh PT Manakarra Unggul Lestari itu menggunakan enam tiang penyangga.
Baca juga: Jembatan Ambruk, 4 Ribu Warga Leling Mamuju Terisolir dan Takut Naik Rakit Usai Menelan Korban
Enam tiang itu dianggap akan menjadi penyebab mendatangkan dampak buruk bagi lingkungan dan keselamatan warga.
"Dimana tiang-tiang penyangga ini menyerupai pagar di bawah air dapat menyumbat aliran sungai, apabila tiang-tiang penyangga tersebut disangkuti material keras seperti batang yang sewaktu-waktu dapat melintas saat air sungai meluap," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Indra Jaya saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Senin (9/12/2024).
Kata Indra, penyumbatan aliran sungai tersebut akan mengakibatkan arus sungai terpecah ke arah pemukiman warga,
Bahkan akan menyebabkan banjir yang mengancam keselamatan warga dan menimbulkan kerugian material.
"Aliran sungai yang terhambat juga akan meningkatkan intensitas abrasi dapat mengakibatkan rumah-rumah warga di daerah sekitar jembatan terancam tergerus," jelasnya.
Sebelumnya, warga di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), semakin merasakan penderitaan usai jembatan yang sementara dikerjakan kembali ambruk usai diterjang banjir pada Kamis (5/12/2024) kemarin.
Saat ini ada sekitar 4000 warga dari tiga desa yakni Desa Leling Barat , Desa Leling Induk, dan Desa Leling Timur itu terisolir.
Mereka yang sebelumnya naik pincara atau rakit untuk menyebrang kini mulai merasa ketakutan karena baru saja menelan korban.
Mantan Kepala Desa Leling Induk Alimin mengatakan, akibat luapan air yang terjadi pada Kamis malam membuat jembatan kembali ambruk.
Mirisnya, kayu gelondongan atau sampah yang di bawa arus sungai bertumpuk di jembatan hingga mengakibatkan air sungai meluap ke rumah warga hingga tebing sungai longsor.
"Itu karena jembatan yang dibuat pakai pancang jadi sampah dan kayu gelondongan tertahan di jembatan. Gara-gara itu kampung Kabeh Leling hancur masuk air dan juga longsor," ungkap Alimin saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Jumat (6/12/2024).
Berikut tiga poin tuntutan Aliansi Masyarakat Leling:
1. Menolak design konstruksi jembatan yang tidak ramah lingkungan.
2. Meminta Pemerintah Daerah untuk turun tangan mendesign ulang proyek rekonstruksi jembatan Kabe, dengan model yang tidak mengundang bahaya.
3. Pemerintah Daerah tidak boleh menganak tirikan masyarakat Leling dengan mengabaikan aspirasi-asirasinya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman
| Cuaca Mulai Panas karena El Nino Polisi di Mamuju Tanam Pohon |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Sebut Perubahan Nama Sejumlah Desa Perlu Kajian Matang dan Koordinasi Pusat |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Mateng Berpotesi Ganti Nama, dari Kesalahan Administrasi hingga Sejarah Tak Jelas |
|
|---|
| Pantau Tes Kesehatan Calon Anggota Polisi Kapolda Sulbar Ingatkan Panitia: Jangan Berbuat Curang! |
|
|---|
| Nyaris Hilang! Tas Berisi Rp104 Juta, Emas 11 Gram & BPKB Mobil Jatuh Ditemukan Warga di Kalukku |
|
|---|