Kamis, 23 April 2026

Berita Pasangkayu

Abrasi Sungai Gerus Kebun Milik Warga di Bambalamotu Pasangkayu

Sudah banyak tanaman milik warga berupa kelapa dan sawit yang tumbang, akibat longsoran tanah.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Abrasi Sungai Gerus Kebun Milik Warga di Bambalamotu Pasangkayu
Tribun Sulbar / Taufan
Kondisi abrasi sungai yang menggerus lahan kebun milik warga, di Kelurahan Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu Sulawesi Barat 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Gerusan air sungai Kelurahan Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar) yang menimbulkan abrasi semakin memprihatinkan, karena mengancam lahan perkebunan milik warga yang terdampak.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, pada Kamis (5/12/2024), gerusan air sungai itu, selain mengancam lahan milik warga, juga mengancam jalan poros.

Baca juga: UMKM Bayar hingga Rp 2 Juta Agar Bisa Jualan di Lallatassisara Expo HUT Mamuju Tengah

Baca juga: Pemungutan Suara Ulang di TPS 14 Karema Mamuju Sepi Pemilih

Sebab, jarak tepi sungai yang makin tergerus karena abrasi ini tidak lebih dari 10 meter lagi dari pinggir jalan.

Selain itu, jembatan utama di jalan poros tersebut juga terancam akibat abrasi ini.

Sudah banyak tanaman milik warga berupa kelapa dan sawit yang tumbang, akibat longsoran tanah.

Di pinggir sungai, juga terdapat pipa air bersih yang sudah mulai nampak di permukaan, akibat tanah yang terus tergerus.

Salah seorang petani bernama Adi yang ditemui di lokasi abrasi, menuturkan bahwa derasnya hempasan air sungai itu, makin mempercepat terjadinya abrasi.

"Setiap banjir, sekitar satu meter tanah yang longsor di pinggir sungai itu," ujarnya.

Dia khawatir jika kondisi ini terus berlarut, maka akan mengancam kebun miliknya dan petani lain yang dekat dengan sungai itu.

"Sudah beberapa meter kebun milik warga yang tergerus, bahkan sudah banyak tanaman yang rubuh ikut dengan tanah longsor," terang Adi.

Warga itu juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait jalan poros yang juga terancam.

Karena tanah yang tergerus semakin dekat dengan pinggir jalan setiap tahunnya.

"Kalau bisa, pinggir sungai ini dibuatkan bronjong atau tanggul, karena kasian petani di sini," harapnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved