Berita Pasangkayu
Petani Menjerit, Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi di Pasangkayu Makin Melonjak
Aldin, pegawai distributor pupuk di PT Ridha Sejahtera Mandiri mengatakan, ada tiga jenis pupuk subsidi yang mereka jual.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tumpukan-pupuk-di-distributor-pupuk-PT-Ridha-Sejahtera-Mandiri-Kabupaten-Pasangkayu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Harga pupuk subsidi dan non subsidi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) makin melonjak.
Kondisi tersebut membuat petani kian menjerit.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, di salah satu distributor pupuk PT. Ridha Sejahtera Mandiri di Pasangkayu, harga per 50 kg pupuk mencapai Rp 450 ribu untuk jenis NPK pelangi.
Baca juga: Petani di Mamuju Keluhkan Pupuk Subsidi Langka, DTPHP Berdalih Kuota Ada Salahkan Pemilik Kios Pupuk
Aldin, pegawai distributor pupuk di PT Ridha Sejahtera Mandiri mengatakan, ada tiga jenis pupuk subsidi yang mereka jual.
Pupuk Urea, NPK Pelangi dan Ponska.
Harga pupuk jenis Urea subsidi sendiri yaitu Rp 112 ribu per 50 kg dan non subsidi seharga Rp 370 ribu per 50 Kg.
Selanjutnya harga pupuk jenis Ponska subsidi yaitu Rp 115 ribu per 50 kg.
Terakhir, pupuk jenis NPK Pelangi subsidi yaitu Rp 165 ribu per 50 kg, dan non subsidi yaitu Rp 450 per 50 kg.
Aldin mengatakan pupuk subsidi sendiri hanya dijual kepada kelompok tani.
"Tapi banyak juga petani yang tidak punya kelompok ,tetap beli pupuk di sini walau harganya mahal, karena mereka butuh," terang Aldin.
Aldin mengatakan, kenaikan harga pupuk ini sudah berlangsung sejak lama.
"Kenaikan harga pupuk ini sudah banyak dikeluhkan petani di sini, apalagi petani yang tidak masuk kelompok tani," ujarnya.
Petani yang kerap mengeluhkan harga pupuk, didominasi oleh petani jagung.
Karena harga jagung saat ini yang relatif murah, tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan untuk membeli pupuk.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| BPBD Pasangkayu Siapkan Tangki Air Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino |
|
|---|
| Sapi Liar di Pasangkayu Masih Jadi Keluhan Warga, Satpol PP Tunggu Respons Ombudsman |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Gantung di Tinapu Pasangkayu Dimulai, TNI Libatkan Banyak Pihak |
|
|---|
| Kapolres Pasangkayu Pastikan Tak Ada Penimbunan LPG 3 Kg, Masyarakat Diminta Tak Panik |
|
|---|
| BWS Sulawesi III Palu Janjikan Penanganan Abrasi Pantai Desa Pangiang Pasangkayu |
|
|---|