Rabu, 20 Mei 2026

Hari Sumpah Pemuda

Sosok Muhammad Achdiat, Pemuda Asal Majene Penerima Beasiswa S2 dari Kerajaan Malaysia

Menurutnya project tersebut sangat ia sukai lantaran, sesuai dengan penelitiannya pada saat kuliah di Unhas.

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Sosok Muhammad Achdiat, Pemuda Asal Majene Penerima Beasiswa S2 dari Kerajaan Malaysia
Istimewa
Muhammad Achdiat, pemuda asal Majene saat wisuda di UMT 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - 28 Oktober 1928 adalah momentum berharga bagi bangsa Indonesia.

Momen tersebut kita kenal dengan nama Hari Sumpah Pemuda.

Pada hari itu seluruh pemuda di Indonesia berikrar menyatakan persatuan melawan penjajah. 
Nilai semangat yang tertanam pada hari itu kian tumbuh hingga kini, salah satunya terdapat pada pemuda asal Kabupaten Majene, Muhammad Achdiat.

Achdiat memiliki semangat yang tinggi agar bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa.

Baca juga: 50 Ucapan dan Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024

Pemuda yang tinggal di lingkungan Leppe, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene ini membuktikan, ia mampu menginspirasi para pemuda lainnya dengan bakat dan prestasi yang ia miliki berupa penghargaan mendapat beasiswa dari Kerajaan Malaysia.

Achdiat merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Ia sebelumnya kuliah S1 di Universitas Hasanuddin Program Studi Perairan Departemen Perikanan.

Sekarang ia baru saja menyelesaikan S2 di Universiti Malaysia Terengganu (UMT)

Menurutnya alasan lanjut kuliah di Malaysia khususnya di UMT karena lebih berfokus pada research science dengan didukung laboratorium lengkap yang dapat diakses oleh semua pelajar atau peneliti. 

Muhammad Achdiat mengatakan, dirinya terpilih untuk mendapatkan beasiswa kerajaan Malaysia tersebut karena awalnya ada kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, dan Universiti Malaysia Terengganu.

"Jadi awalnya ada informasi dari Dosen-dosen UMT yang mendapat projek penelitian dari kerajaan Malaysia, dan itu mencari mahasiswa Master,"kata Achdiat saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon.

Lebih lanjut ia mengatakan kebetulan UNHAS berkolaborasi dengan UMT maka informasi ini diketahui oleh Dosen Unhas, dan menyarankan dirinya untuk mengambil project tersebut.

"Saya disarankan awalnya, tapi karena persyaratannya terbilang mudah dan saya juga berniat jadi tidak perlu berfikir panjang waktu itu,"lanjutnya

Tak pikir panjang Achdiat mengambil project tersebut dan melanjutkan studinya di Malaysia.

Menurutnya project tersebut sangat ia sukai lantaran, sesuai dengan penelitiannya pada saat kuliah di Unhas.

Dengan menempuh pendidikan kurang lebih dua tahun di Malaysia kini Achdiat telah diwisuda dan menjadi pemuda yang membanggakan daerahnya.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved