Jumat, 15 Mei 2026

Hari Santri Nasional

Santriwati Pasangkayu Sebut Peringatan Hari Santri Ajang Silaturahmi Santri

Fadilah berharap, semoga peringatan hari santri ini bisa terus dilestarikan, den semoga ke depannya peringatan hari santri bisa lebih baik dan lebih m

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Santriwati Pasangkayu Sebut Peringatan Hari Santri Ajang Silaturahmi Santri
Tribun Sulbar / Taufan
Fadilah (Tengah) santriwati pondok pesantren Shiratul Fuqoha Kecamatan Baras, saat diwawancarai 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang digelar di Alun-alun Smart Pasangkayu Jl Poros Majene-Mamuju, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa (22/10/2024), mengandung makna tersendiri dari kalangan santri.

Upacara yang diikuti oleh ribuan santri pondok pesantren dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Pasangkayu, berlangsung khidmat dengan beberapa rangkaian kegiatan.

Baca juga: Sopir Ngantuk, Truk Muatan Air Mineral Terbalik di Bambaira Pasangkayu

Baca juga: Pawai Obor Meriahkan Hari Santri Nasional di Kecamatan Pangale Mamuju Tengah

Seperti penaikan bendera merah putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, mendengarkan amanat dari pemimpin upacara, berdoa bersama dan ditutup dengan menyanyikan lagu santri.

Salah satu santri dari Pondok Pesantren Shiratul Fuqoha Kecamatan Baras, Fadilah mengaku cukup senang mengikuti upacara peringatan hari santri ini.

Sebagai seorang santri, hari santri ini memiliki makna tersendiri baginya.

"Dengan adanya hari santri ini, tentunya dapat menjadi ajang silaturahmi dengan  santri-santri lain, karena hanya momen ini yang bisa mempertemukan seluruh santri se-Kabupaten Pasangkayu," terang Fadila.

Fadila juga menerangkan, ada banyak nilai yang ia pelajari dari pondok pesantren dan sudah ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Di pondok pesantren, kami diajarkan untuk sabar, saling tolong menolong, mandiri serta hidup bertoleransi," ujarnya.

Selama menjadi santri, Fadila menerangkan ada banyak perubahan yang sudah ia alami.

"Dulunya saya tidak terbiasa memakai kerudung, akhirnya jadi terbiasa, bahkan tidak bisa kalau tidak pakai kerudung," terangnya.

Selain itu, kedisiplinan untuk bangun pagi juga melekat pada diri Fadila.

Ia juga menambahkan, ketika lulus dari pondok pesantren nanti, ia akan memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk lingkungan sekitarnya.

"Insya Allah, saya ingin mengajarkan pelajaran agama kepada teman-teman yang belum sempat mondok, juga mengajak mereka pada kebaikan," ujarnya.

Fadilah berharap, semoga peringatan hari santri ini bisa terus dilestarikan, den semoga kedepannya peringatan hari santri bisa lebih baik dan lebih meriah.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved