Hari Santri Nasional
Santriwati Pasangkayu Sebut Peringatan Hari Santri Ajang Silaturahmi Santri
Fadilah berharap, semoga peringatan hari santri ini bisa terus dilestarikan, den semoga ke depannya peringatan hari santri bisa lebih baik dan lebih m
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Fadilah-Tengah-santriwati-pondok-pes.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang digelar di Alun-alun Smart Pasangkayu Jl Poros Majene-Mamuju, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar) pada Selasa (22/10/2024), mengandung makna tersendiri dari kalangan santri.
Upacara yang diikuti oleh ribuan santri pondok pesantren dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Pasangkayu, berlangsung khidmat dengan beberapa rangkaian kegiatan.
Baca juga: Sopir Ngantuk, Truk Muatan Air Mineral Terbalik di Bambaira Pasangkayu
Baca juga: Pawai Obor Meriahkan Hari Santri Nasional di Kecamatan Pangale Mamuju Tengah
Seperti penaikan bendera merah putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, mendengarkan amanat dari pemimpin upacara, berdoa bersama dan ditutup dengan menyanyikan lagu santri.
Salah satu santri dari Pondok Pesantren Shiratul Fuqoha Kecamatan Baras, Fadilah mengaku cukup senang mengikuti upacara peringatan hari santri ini.
Sebagai seorang santri, hari santri ini memiliki makna tersendiri baginya.
"Dengan adanya hari santri ini, tentunya dapat menjadi ajang silaturahmi dengan santri-santri lain, karena hanya momen ini yang bisa mempertemukan seluruh santri se-Kabupaten Pasangkayu," terang Fadila.
Fadila juga menerangkan, ada banyak nilai yang ia pelajari dari pondok pesantren dan sudah ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Di pondok pesantren, kami diajarkan untuk sabar, saling tolong menolong, mandiri serta hidup bertoleransi," ujarnya.
Selama menjadi santri, Fadila menerangkan ada banyak perubahan yang sudah ia alami.
"Dulunya saya tidak terbiasa memakai kerudung, akhirnya jadi terbiasa, bahkan tidak bisa kalau tidak pakai kerudung," terangnya.
Selain itu, kedisiplinan untuk bangun pagi juga melekat pada diri Fadila.
Ia juga menambahkan, ketika lulus dari pondok pesantren nanti, ia akan memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk lingkungan sekitarnya.
"Insya Allah, saya ingin mengajarkan pelajaran agama kepada teman-teman yang belum sempat mondok, juga mengajak mereka pada kebaikan," ujarnya.
Fadilah berharap, semoga peringatan hari santri ini bisa terus dilestarikan, den semoga kedepannya peringatan hari santri bisa lebih baik dan lebih meriah.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Hari Santri, Alda Santri Penghafal Qur’an di Pasangakayu Bercita-cita Jadi Polwan |
|
|---|
| Ketua STAIN Majene, Prof Wasilah: Santri Harus Jadi Pelaku Sejarah Baru Bukan Hanya Penonton Zaman |
|
|---|
| Peringati Hari Santri, Kemenag Mamuju : Santri Harus Kuasai Iman,Takwa & Teknologi di Era Modern |
|
|---|
| Kemenag Mamuju Zikir Bersama di Hari Santri 2025, Perkuat Peran Santri Jaga Moral & Peradaban Bangsa |
|
|---|
| Inilah Ceramah Singkat Cocok untuk Upacara Hari Santri 2025 |
|
|---|