Bebas Manggazali

Sosok Bebas Manggazali di Mata Legislator Hasan Bado: Pekerja Keras, Profesional dan Tegak Lurus

Selain karena punya pengalaman matang di birokrat dan pemerintahan, Bebas dinilai sosok calon pemimpin yang disiplin dan memiliki jiwa kepedulian

Editor: Ilham Mulyawan
Kolase foto
Bebas Manggazali (kiri) dan Hasan Bado (Kanan) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Tokoh bersahaja, merakyat dan kaya pengalaman. Itulah sosok Andi Bebas Manggazali di mata anggota DPRD Sulbar, Hasan Bado.

Penilaian Hasan Bado diungkapkan usai menghadiri acara silaturahmi pasangan Andi Bebas Manggazali dan Siti Rahmawati di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Sabtu 21 September.

Dia hadir bersama ratusan masyarakat Desa Karama, sekaligus mendengar langsung program pasangan yang memiliki tagline ‘Membangun Desa Menata Kota’ itu.

"Bebas adalah tokoh bersahaja, merakyat dan sangat pengalaman di pemerintahan,” kata Hasan Bado, yang juga kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hasan Bado terlihat mengenakan baju kemeja putih yang dibalut dengan Songkok atau kopiah hitam. Ia duduk di depan bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat yang menjadi pendukung BESTI.

Mantan Ketua DPW PKB Sulbar itu mengaku sudah lama mengenal Andi Bebas Manggazali. Ia tidak meragukan lagi kemampuannya ketika diberikan amanah untuk memimpin Polewali Mandar.

Baca juga: Proyek Besar Tercapai Besok, Ini 3 Zodiak Paling Beruntung pada Selasa 24 September 2024

Baca juga: Prediksi Skor El Clasico Persib Vs Persija, Link Live Streaming Liga 1, Susunan Pemain, Head to Head

Selain karena punya pengalaman matang di birokrat dan pemerintahan, Bebas dinilai sosok calon pemimpin yang disiplin dan memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Polman itu juga disebut sebagai sosok pekerja keras, profesional dan tegak lurus. "Dia orangnya pekerja keras, dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara," ucapnya.

Hasan Bado menitip harapan jika pasangan Andi Bebas Manggazali dan Siti Rahmawati diberikan amanah oleh masyarakat, permintaannya adalah memperhatikan nasib para nelayan.

Dengan cara meningkatkan kemampuan mereka dalam menangkap ikan. Kemudian perlu dilakukan modernisasi alat tangkap nelayan agar dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Karena, dengan menggunakan alat tangkap tradisional membuat hasil yang mereka dapat terbatas. 

Lalu peningkatkan harga jual hasil tangkap agar lebih tinggi dibanding biaya produksi. “Sistem pengelolaan tangkap nelayan, olah dan jual ditingkatkan lebih lagi," ucapnya.

Dari pantauan wartawan terlihat, Kehadiran BESTI di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, mendapat sambutan luar biasa dari warga. 

Mereka datang berbondong-bondong untuk mendengarkan langsung program Besti , sekaligus menyampaikan aspirasinya. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved