Berita Mamuju Tengah
Warga Topoyo Cuan dari Tanam Jeruk Pontianak di Belakang Rumah
Ambo memanfaatkan pekarangan kosong belakang rumahnya untuk menanam jeruk jenis ini.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Lahan-jeruk-milik-Latanang-60-di-Desa-Topoyo-Kecamat.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Lata'nang (60) warga Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) raup cuan dari hasil berbudidaya jeruk manis.
Jeruk manis yang dibudidaya yakni jeruk jenis Pontianak.
Baca juga: Anak Tidak Sekolah Sulbar Capai 27.135 Orang Hingga Mei 2024, Tambahan 331 Anak Terbesar di Polman
Baca juga: 2 Kelompok Warga di Mateng Ribut Akibat Jaminkan Tanah untuk Pinjaman Dana, Berujung Damai
Lata'nang atau lebih akrab dipanggil Ambo memanfaatkan pekarangan kosong belakang rumahnya untuk menanam jeruk jenis ini.
Ditemui Tribun-Sulbar.com di kebunnya, Ambo menjelaskan dirinya bisa meraup untung hingga jutaan rupiah sekali panen.
"Dalam sekali panen bisa memanen hingga 40 peti Pak," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (13/9/2024).
Ia menjelaskan, dalam satu peti isinya 15 kilogram.
Sementara harga jeruk Pontianak per - kilo sebanyak Rp7 - Rp8 ribu.
"Jadi harga satu peti itu bisa mencapai Rp120 ribu," jelasnya.
Adapun keuntungan biasa didapatkan Ambo dalam sekali panen yakni Rp3 juta - Rp4 juta.
Menurutnya, perawatan jeruk Pontianak tidak terlalu ribet.
Hanya perlu diperhatikan kebersihan lahan dan pupuknya.
Ia juga menjelaskan, dirinya lebih memilih menanam jeruk ketimbang buah lainnya.
Hal itu dikarenakan selain perawatannya gampang hasilnya juga lumayan.
"Keuntungan saya berbudidaya jeruk ini cukup menambah pemasukan buat keluarga," ungkapnya.
Selain itu, lokasi lahannya dibelakang rumah memudahkan dia untuk merawat dan mengontrol. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak |
|
|---|
| Atlet Catur Muda Mamuju Tengah Dafa Juara 1 Turnamen Kapolda Sulteng 2026 |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Sebut Perubahan Nama Sejumlah Desa Perlu Kajian Matang dan Koordinasi Pusat |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Mateng Berpotesi Ganti Nama, dari Kesalahan Administrasi hingga Sejarah Tak Jelas |
|
|---|
| Perusahaan Sawit Minim Kontribusi Terhadap PAD Mamuju Tengah, PMII Dorong Pemda Kaji Ulang |
|
|---|