Berita Mamuju Tengah
Pedagang Bendera Musiman di Mamuju Tengah Sudah Terlihat
sebelumnya pedagang bendera terlihat menjamur di wilayah Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Salah-satu-lokasi-ramai-ditempati-berjualan-ben.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Setelah puncak perayaan HUT RI ke-79 pada tanggal 17 agustus 2024 kemarin, pedagang bendera musiman tak lagi terlihat.
Padahal, sebelumnya pedagang bendera terlihat menjamur di wilayah Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Baca juga: Masjid Besar Ibrahim Sisakan Utang Total Rp 20 Miliar, Sekda Polman Janji Lunasi
Baca juga: Siswa SDN 2 Karema Mamuju Antusias Ikut Lomba Kemerdekaan
Salah satu lokasi ramai ditempati berjualan bendera di Topoyo yaitu samping Masjid Raya Nurul Hidayah Topoyo, jalan poros Topoyo -Tumbu, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Mateng.
Namun, hari ketiga pasca puncak HUT RI ke-79, lokasi berjualan nampak sepi, Selasa (20/8/2024).
Pantauan Tribun-Sulbar.com, tak ada lagi aktivitas pedagang bendera menjajakan barangnya.
Menurut salah seorang warga, Mus (32) para pedagang bendera sudah tak terlihat sejak tanggal 17 agustus 2024.
"Sehari setelah 17 agustus, mereka sudah tidak berdagang lagi disini," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (20/8/2024).
Ia menyebutkan, biasanya mereka ramai sebelum puncak HUT RI.
Namun setelah itu, mereka akan meninggalkan Topoyo dan kembali ke kampung halamannya masing-masing.
"Setiap tahunnya seperti itu," jelasnya.
Diketahui, para pedagang bendera musiman tersebut mayoritas berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Selebihnya ada yang dari Makassar dan daerah lain di Sulawesi.
Namun setelah puncak HUT RI usai, mereka akan kembali ke kampung halamannya. (*).
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak |
|
|---|
| Atlet Catur Muda Mamuju Tengah Dafa Juara 1 Turnamen Kapolda Sulteng 2026 |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Sebut Perubahan Nama Sejumlah Desa Perlu Kajian Matang dan Koordinasi Pusat |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Mateng Berpotesi Ganti Nama, dari Kesalahan Administrasi hingga Sejarah Tak Jelas |
|
|---|
| Perusahaan Sawit Minim Kontribusi Terhadap PAD Mamuju Tengah, PMII Dorong Pemda Kaji Ulang |
|
|---|