Senin, 8 Juni 2026

Doa Islam

Amalan Doa Nabi Musa Dimudahkan Segala Urusan, Di baca Nabi Musa Saat Hadapi Fir'aun

Dalam Al-Qur’an Surat Thaha diceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mendaku sebagi Tuhan.

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Amalan Doa Nabi Musa Dimudahkan Segala Urusan, Di baca Nabi Musa Saat Hadapi Fir'aun
ist/Tribun-Sulbar.com
Doa Islam - ilustrasi berdoa bersama anak 

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Dalam sejarah peradaban Mesir Kuno yang berjalan selama sekitar 3.000 tahun, didapati lebih dari 100 penguasa Mesir yang bergelar Firaun.

Terkait siapakah Firaun dalam Al Quran, para ulama dan ahli sejarah masih memperdebatkannya.

Mayoritas cenderung meyakini bahwa Firaun yang hidup.

Kisah Firaun dan Nabi Musa memang diterangkan secara jelas pula di dalam Alkitab. Ramses II adalah Firaun yang hidup antara 1303-1213 SM, dan memerintah pada masa kejayaan Mesir Kuno.

Baca juga: Begini Resep Lengkap Ayam Mentega, Gampang dan Cepat Prosesnya

Baca juga: DPPKB Mamuju Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan, Ini Tujuannya

Selama 66 tahun pemerintahannya, Ramses II diketahui memiliki angkatan perang yang kuat, mendirikan banyak monumen, dan meninggalkan prasasti-prasasti.

Militer dan arsitektur juga menjadi dua elemen yang melekat erat dengan sosok Firaun dalam Al Quran.

Al Quran surat Al-Fajr ayat 10 misalnya, menyatakan bahwa Firaun mempunyai pasak-pasak, yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai tentara yang banyak. Dalam aspek militer, Ramses II termasuk Firaun yang ekspansif dan memiliki angkatan bersenjata yang kuat.

Dalam Al-Qur’an Surat Thaha diceritakan tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mendaku sebagi Tuhan.

Sepanjang menghadapi raja pongah nan lalim ini, Nabi Musa melalui berbagai macam rintangan. Saat itulah, Nabi Musa memanjatkan doa sebagaimana yang terekam dalam ayat 25-28:

رَبِّ ا شْرَحْ لِيْ صَدْرِ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْ قَوْلِيْ

Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî.

Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thâhâ[ 20]: 25-28)

Doa ini setidaknya mengandung tiga permintaan. Pertama, memohon diangkatnya rasa susah yang menyesakkan dada. Kedua, memohon dilenyapkannya berbagai kesulitan. Dan ketiga, memohon kelancaran dalam bertutur kata sehingga mudah diserap dan dipahami para pendengarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved