Selasa, 5 Mei 2026

Bebas Manggazali

Mahasiswa Polman Serukan Polewali Mandar Butuh Pemimpin Solutif, Kerja Cepat dan Dekat Masyarakat

Sebagai warga Polman, Irfan menyampaikan keresahannya buah kepemimpinan yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Mahasiswa Polman Serukan Polewali Mandar Butuh Pemimpin Solutif, Kerja Cepat dan Dekat Masyarakat
Relawan Andi Bebas For Tribun Sulbar
Irfan R mahasiswa Polman menyuarakan keresahannya akan persoalan sampah di Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAKASSAR - "Bupati sebelumnya meninggalkan jejak kepimpinan yang kurang baik, terbukti dengan perkembangan kehidupan di Polman saat ini sangat lambat," ujar Irfan R, mahasiswa magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polewali), saat diskusi interaktif Bincang Herald di Lapak Kopi Abangda, Jl Hertasning, Makassar, Sulsel pada Rabu (26/6/2024) malam.

Sebagai warga Polman, Irfan menyampaikan keresahannya buah kepemimpinan yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.

Bagi Irfan, Polman dengan luas wilayah 2.022,30 Km2 yang terdiri 16 kecamatan seharusnya menjadi daerah maju dengan sumber daya yang dimilikinya.

Kesejahteraan sebagaimana yang digembor-gemborkan sangat jauh, Polman dengan segala persoalannya dari pemimpin sebelumnya sudah menjadi buah bibir di masyarakat.

"Banyak sekali masalah mulai dari pembangunan infrastruktur yang lambat, ketimpangan sosial hingga kepada persoalan sampah," kaya Irfan.

Baca juga: Daftar 30 Anggota DPRD Mamuju 2024 -2029 Dilantik Pada 2 September di Ruang Sidang Paripurna

Baca juga: 30 Anggota DPRD Mamuju Periode 2024 - 2029 Dilantik 2 September Mendatang

Menurut Irfan, ketidakmampuan mengolah pemerintahan maka akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.

"Sangat sedikit peran pemerintah dalam mendorong kemajuan baik itu pemerataan perekonomian, infratruktur, masih banyak yang belum terealisasi apa yang menjadi janji politik pada pemerintah yang menjabat terakhir ini," imbuh Irfan.

Mirisnya lagi kata Irfan, ada pemimpin menyimpan warisan soal sampah.

"Tragisnya bahwa (Bupati sebelumnya) tidak mampu menyelesaikan persoalan sampah, bahkan Pj pun pusing dalam menyelesaikan persoalan sampah itu sendiri," tuturnya.

Di akhir diskusinya Irfan berharap sekaligus mendorong masyarakat agar ke depan memilih pemimpin yak taktis. Tidak hanya pintar mengumbar janji tetapi harus solutif, kerjanya cepat dan dekat dengan masyarakat.

"Di Polman kita membutuhkan pemimpin yang taktis, sehingga mampu melakukan penataan Kabupaten Polman lebih baik ke depannya. Masyarakat Polman sudah bosan dengan gaya politik dinasti," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved