Berita Mamuju Tengah
HEBOH! Warga Pangale Mateng Berburu Penja di Pantai Lamba-lamba, Hasilkan Jutaan Rupiah
Ikan ini memang muncul di musim-musim tertentu, sehingga saat ikan seribu ini muncul warga antusias berburu menggunakan alat ember atau baskom.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-warga-beruburu-penja-atau-ikan-seribu-di-Pantai-Lamba-lamba-Mamuju-Tengah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH-Warga Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar), berburu ikan seribu (penja_baca Mandar).
Warga didominasi emak-emak berburu di Pantai Lamba-lamba, lokasi wisata pantai di Mateng.
Ikan ini memang muncul di musim-musim tertentu, sehingga saat ikan seribu ini muncul warga antusias berburu menggunakan alat ember atau baskom.
Baca juga: Dosen Unsulbar Latih Warga Majene Olah Ikan Penja Hingga Pemasaran Lewat Medsos
Baca juga: Sedang Sakit Ustad Dasad Latif Rindu Masakan Ibu, Tumis Penja Dikirim ke Singapura
Puluhan warga yang ikut berburu ikan seribu tersebut bisa menghasilkan uang jutaan rupiah per-hari.
"Ini sudah dua hari warga di Pangale pergi berburu ikan, ikan atau biasa disebut ikan penja ini muncul di pantai Lamba-lamba," kata warga setempat Nurdin kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (6/6/2024).
Nurdin mengatakan, ikan seribu yang muncul di Pantai Lamba-lamba ini jumlahnya sangat banyak, warga yang ikut berburu ikan tersebut bisa mendapat beberapa ton.
"Jadi ada yang untuk dimakan ada juga yang dijual ke pedagang, ini juga jadi penghasilan mendadak bagi warga setempat," katanya.
Dalam sehari warga bisa menangkap ikan seribu mencapai puluhan kilo hanya dengan bermodalkan alat sederhana.
Total cuan yang bisa didapatkan warga yang berburu ikan seribu bisa mencapai jutaan rupiah.
"Ya lumayan keuntungannya,apalagi ikan seribu ini baru muncul sehingga masih na cari masyarakat," katanya.
Hasil tangkapan warga setempat itu,ada yang dijual langsung ke pasar namun ada pula yang di jemur dulu di panas matahari.
Nanti setelah kering baru dijual ke pasar dengan harga yang lumayan tinggi, bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram dan untuk yang kering Rp 40 ribu.
"Jadi ada yang dijual basah Rp 20 ribu per kilogram ada juga Rp 40 ribu Kg, lumayanlah ini berkah bagi kami warga," (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman
| Warga Paraili Mamuju Tengah Mengaku Dihipnotis OTK, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari |
|
|---|
| Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Rusak Parah, Lubang Ditandai Pot Bunga dan Ban Bekas Warga |
|
|---|
| Polres Mamuju Tengah Masih Selidiki Dugaan Raibnya Aset Desa Kombiling, 12 Saksi Sudah Diperiksa |
|
|---|