Kamis, 21 Mei 2026

Berita Mamuju Tengah

HEBOH! Warga Pangale Mateng Berburu Penja di Pantai Lamba-lamba, Hasilkan Jutaan Rupiah

Ikan ini memang muncul di musim-musim tertentu, sehingga saat ikan seribu ini muncul warga antusias berburu menggunakan alat ember atau baskom.

Tayang:
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto HEBOH! Warga Pangale Mateng Berburu Penja di Pantai Lamba-lamba, Hasilkan Jutaan Rupiah
Nurdin
Suasana warga beruburu penja atau ikan seribu di Pantai Lamba-lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH-Warga Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar), berburu ikan seribu (penja_baca Mandar).

Warga didominasi emak-emak berburu di Pantai Lamba-lamba, lokasi wisata pantai di Mateng.

Ikan ini memang muncul di musim-musim tertentu, sehingga saat ikan seribu ini muncul warga antusias berburu menggunakan alat ember atau baskom.

Baca juga: Dosen Unsulbar Latih Warga Majene Olah Ikan Penja Hingga Pemasaran Lewat Medsos

Baca juga: Sedang Sakit Ustad Dasad Latif Rindu Masakan Ibu, Tumis Penja Dikirim ke Singapura

Puluhan warga yang ikut berburu ikan seribu tersebut bisa menghasilkan uang jutaan rupiah per-hari.

"Ini sudah dua hari warga di Pangale pergi berburu ikan, ikan atau biasa disebut ikan penja ini muncul di pantai Lamba-lamba," kata warga setempat Nurdin kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (6/6/2024).

Nurdin mengatakan, ikan seribu yang muncul di Pantai Lamba-lamba ini jumlahnya sangat banyak, warga yang ikut berburu ikan tersebut bisa mendapat beberapa ton.

"Jadi ada yang untuk dimakan ada juga yang dijual ke pedagang, ini juga jadi penghasilan mendadak bagi warga setempat," katanya.

Dalam sehari warga bisa menangkap ikan seribu mencapai puluhan kilo hanya dengan bermodalkan alat sederhana.

Total cuan yang bisa didapatkan warga yang berburu ikan seribu bisa mencapai jutaan rupiah.

"Ya lumayan keuntungannya,apalagi ikan seribu ini baru muncul sehingga masih na cari masyarakat," katanya.

Hasil tangkapan warga setempat itu,ada yang dijual langsung ke pasar namun ada pula yang di jemur dulu di panas matahari.

Nanti setelah kering baru dijual ke pasar dengan harga yang lumayan tinggi, bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram dan untuk yang kering Rp 40 ribu.

"Jadi ada yang dijual basah Rp 20 ribu per kilogram ada juga Rp 40 ribu Kg, lumayanlah ini berkah bagi kami warga," (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved