Berita Mamuju
Warga Mamuju Keluhkan Harga Gula Pasir Lebih Mahal di Pasar Tradisional Ketimbang Ritel Moderen
Pemilik Toko Humairah di bilangan Pasar Baru Mamuju, Anang Ma’ruf (23) mengatakan harga gula pasir memang sangat naik.
Penulis: Jufriadi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pemilik-toko-humairah-di-Jl-Andi-Makkasau-Anang-Maruf.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU-Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mulai naik jelang akhir tahun.
Salah bahan pokok dengan harga melonjak adalah gula pasir.
Hal tersebut berdasarkan pantauan Tribun-Sulbar.com di pasar tradisional, Jumat (24/11/2023).
Harga gula pasir tembus Rp 17 ribu per kilogram.
Sebelumnya hanya Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.
Pemilik Toko Humairah di bilangan Pasar Baru Mamuju, Anang Ma’ruf (23) mengatakan harga gula pasir memang sangat naik.
“Gula pasir sekarang naik harganya dari harga Rp 14 ribu menjadi 17 ribu per kilogram” kata Anang ditemui di tokonya Jl Andi Makkasau, Karema kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, Jumat (24/11/2023) pagi.
Dikatakan, kenaikan gula pasir ini sejak dua minggu lalu.
Warga sangat merasakan kenaikan harga gula pasir, apalagi di ritel modern stoknya langka.
Salah satu warga, Mardiana (31) mengeluh harga gula pasir naik di pasar tradisional.
“Apalagi saya ini IRT yang suka beli di Indomaret atau Alfamart karena murahnya di sana dan sekarang tidak ada sama sekali gula pasir di sana, makanya saya terpaksa ke pasar, harga gula pasir di pasar mahal,” ujar Mardiana.
Kenaikan harga di pasar tradisional dan keterbatasan stok membuat IRT mengurangi konsumsi gula.
Diketahui, harga gula pasir di pasar moderen Rp 15 ribu per kilogram, lebih murah dari harga di pasar tradisional.(*)
Laporan reporter Tribun-Sulbar.com Jufriadi