Rabu, 6 Mei 2026

Pernikahan Dini

Polman Tertinggi Angka Pernikahan Dini di Sulbar

Humas Kemenag Sulbar, Sahlan mengatakan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini. 

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Polman Tertinggi Angka Pernikahan Dini di Sulbar
ist
Ilustrasi - Pernikahan Dini di Tapalang Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi kabupaten tertinggi angka pernikahan dininya di Sulawesi Barat (Sulbar) hingga pertengahan Oktober 2023. 

Jumlah penikahan dini di Kabupaten Polman tertinggi dengan 86 kasus.

Jumlah ini terdiri dari perempuan sebanyak 60 orang dan laki-laki 22 orang. 

Humas Kemenag Sulbar, Sahlan mengatakan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini. 

Sahlan menyebut, selain faktor ekonomi adapun karena faktor sosial media. 

“Sekarang hampir semua anak-anak pegang HP, lalu mereka lihat yang harusnya belum boleh dilihat, mereka coba, akhirnya kejadian,” jelas Sahlan kala ditemui di kantornya, di Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Jumat (13/10/2023).

Hanya Kabupaten Mamasa yang tidak memiliki kasus pernikahan dini sepanjang bulan Januari sampai Agustus 2023, berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar. 

Pekembangan teknologi mempunyai dampak besar terkait kasus ini, setelah pergaulan dan faktor ekonomi. 

Berdasarkan data Kemenag Sulbar di tahun 2021 sebanyak 314 kasus, di tahun 2022 sebanyak 264 kasus pernikahan dini.

Kemudian, di tahun 2023 turun menjadi 145 kasus pernikahan dini. 

Berikut Kabupaten dengan kasus pernikahan dini di Sulawesi Barat sepanjang bulan Januari sampai Agustus 2023.

Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah 86 kasus. Terdiri dari perempuan sebanyak 60 orang dan laki-laki sebanyak 22 orang. 

Kabupaten Majene dengan jumlah 28 kasus. Terdiri dari perempuan sebanyak 23 orang dan laki-laki sebanyak 5 orang. 

Kabupaten Pasangkayu dengan jumlah 23 kasus. Terdiri dari perempuan sebanyak 14 orang dan laki-laki 9 orang.

Kabupaten Mateng dengan jumlah 6 kasus. Terdiri dari perempuan 5 orang dan laki-laki 1 orang. 

Kabupaten Mamuju dengan jumlah 6 kasus. Terdiri dari perempuan 4 orang dan laki-laki 2 orang. 

Laporan Jurnalis Tribun-Sulbar.com, Maoidotuen Nasiha 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved