Jumat, 8 Mei 2026

Guru Pukul Siswa

Guru Pukul Siswa di SMAN 1 Bonehau Mamuju, Kadis Panggil Kepsek

Berdasarkan keterangan korban MIY, kejadian bermula saat guru agama tersebut sedang mengajar di kelas lain berjarak sekitar 10 meter dari muridnya itu

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Guru Pukul Siswa di SMAN 1 Bonehau Mamuju, Kadis Panggil Kepsek
Adriansyah/Tribun-Sulbar.com
Yusuf ayah korban (Tengah), dan MIY (kiri) saat melapor di Kantor Mapolresta Mamuju, Jumat (22/9/2023). 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Mitthar Thala Ali tidak mau banyak berkomentar perihal pemukulan yang dilakukan oknum guru terhadap siswa di SMAN 1 Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

"Kami panggil kepala sekolahnya dulu," singkatnya Mitthar kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (22/9/2023).

"Belum bisa saya komentar, karena belum ketemu dengan kepala sekolahnya," katanya lagi.

Baca juga: KRONOLOGI Guru Agama SMAN 1 Bonehau Mamuju Cekik dan Pukul Siswa Pakai Kursi

Baca juga: BREAKING NEWS: Guru Agama di Bonehau Mamuju Pukul Siswa Pakai Kursi Gegara Pintu Rusak

Sebelumnya diberitakan, seorang guru inisial MAP (45), yang merupakan guru agama Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bonehau, Desa Salutiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju memukul siswanya inisial MIY (15), Kamis (21/9/2023).

Berdasarkan keterangan korban MIY, kejadian bermula saat guru agama tersebut sedang mengajar di kelas lain berjarak sekitar 10 meter dari muridnya itu.

Murid kelas satu SMAN 1 Bonehau ini kemudian menutup pintu ruang kelas yang tengah kosong pukul 11.00 wita siang.

Pada saat menutup pintu tersebut, salah satu engsel pintu rusak dan jatuh ke lantai hingga mengeluarkan bunyi cukup keras.

Sontak, membuat guru agama itu saat sedang mengajar di ruang sebelah kaget dan merasa emosi.

Guru kemudian mendatangi muridnya lalu mencekik selama beberapa detik.

"Saya dicekik, merasa kesakitan di bagian leher, sesudahnya pergi," ujarnya, saat ditemui Tribun-Sulbar.com, usai diperiksa diruang penyidik Mapolresta Mamuju.

Selang beberapa menit, guru agama itu kembali dengan emosi memuncak lalu mengambil sebuah kursi dan memukulnya.

MIY merasa kesakitan, sebab mengenai kantong mata korban sebelah kiri hingga mengeluarkan darah dan memar.

"Saya merasa kesakitan, saya menangis waktu itu karena sakit sekali," ungkapnya.

Tak cukup sampai disitu, usai dirinya menenangkan diri sejenak, guru ini ternyata masih ingin menyiksanya dengan berjemur di siang hari.

"Saya disuruh lagi berjemur, setelah dipukul pakai kursi," terangnya.

Pascakejadian ini, Yusuf orangtua korban langsung melapor di kantor Mapolresta Mamuju, Jl Ks Tubun.

Ia tiba bersama anaknya tersebut sekira pukul 10.30 wita siang, Jumat (22/9/2023).

Laporan tersebut bernomor STTLP/B/244/IX/SPKT/Resta Mamuju tanggal 22 September 2023.

Pintu Jatuh

Guru agama inisial MAP tersebut memukul siswanya gara-gara pintu yang jatuh.

Pintu jatuh ini disebabkan engselnya rusak lalu terjatuh mengeluarkan suara cukup keras pada saat ditutup oleh siswanya.

MAP merasa kesal sebab hal itu membuatnya kaget saat mengajar di dalam sebuah ruangan sekolah berseblahan ruang yang pintunya rusak.

Ia memilih keluar dari ruangan kelas saat mengajar kepada sejumlah muridnya, kemudian mencekik dan memukul MIY menggunakan kursi.

"Saya dicekik dan dipukul pakai kursi sekali," kata MIY kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui kantor Mapolresta Mamuju, Jl Ks Tubun.

Yusuf, ayah keluarga korban akhirnya melaporkan MIY di Mapolreta Mamuju, lantaran tidak terima dengan perlakuan guru terhadap anaknya itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved