Berita Mamuju
KONDISI Terkini Gadis Remaja Alami Perundungan di Mamuju, Lebih Banyak Mengurung Diri
IT juga sempat disekap dalam sebuah kos-kosan lalu dipukuli, akibatnya kondisi psikologi korban terganganggu.
Penulis: Adriansyah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gadis-remaja-IT-Korban-perundungan-di-Mamuju-kini-lebih-banyak-mengurung-diri-di-rumahnya.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Korban penganiayaan gadis remaja inisial IT di Kabupaten Mamuju, Sulbar, belum mendapat penanganan serius.
Korban yang dihajar oleh sejumlah remaja di empat lokasi berbeda mendapat benturan keras di bagian kepala dan leher bagian kanan, Senin (18/9/2023).
IT juga sempat disekap dalam sebuah kos-kosan lalu dipukuli, akibatnya kondisi psikologi korban terganganggu.
Tante korban, Raodhatul Jannah mengatakan, ponakannya itu belum dapat bergerak banyak akibat pukulan dan injakan yang diterimanya.
Saat ini, IT tak dapat beraktifitas seperti biasa.
Ia hanya mengurung diri dalam kamar rumahnya dan lebih banyak diam.
"Masih banyak bengongnya, dan masih tersugesti karena masih seperti merasa terbayang-bayang pada saat disekap dalam sebuah kamar," kata tante korban Tribun-Sulbar.com, saat ditemui dikediamannya Jl Husni Tamrin, Kelurahan Karema, Mamuju, Kamis (21/9/2023).
Bahkan kata dia, ponakannya itu masih takut melihat orang-orang setelah mendapat perlakuan sadis dari remaja seusianya.
"Teman-temannya datang ke rumah masih kelihatan takut, traumanya masih ada," singkatnya.
"Cuma saya yang bisa diajak ngobrol sedikit-sedikit, tapi kalau orang lain masih ketakutan," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya berencana membawanya ke rumah sakit dikhawatirkan IT mengalami luka dalam, sebab beberapa hari lalu ia sempat muntah darah.
Pengecekan kesehatan ini dilakukan berupa rontgen untuk mendapatkan kondisi fisik menyeluruh dari IT.
"Saya takutnya ponakan saya ini luka dalam, karena sering merasa mual, dan muntah darah," bebernya.
"Mungkin karena benturan di kepalanya, selalu merasa pusing, tapi alhamdulillah sudah bisa makan," tutupnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Adriansyah