Korupsi Sulbar
Ketua LAK Sulbar Sebut Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Sarang Korupsi
Muslim Fatillah Azis mengatakan keduanya merupakan juru selamat namun menjadi sarang korupsi.
Penulis: Adriansyah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-Laskar-Anti-Korupsi-LAK-Sulb.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar Muslim Fatillah Azis menyebut korupsi Kerap terjadi pada lembaga Pendidikan, Pemerintah.
Hal ini diungkapkan pada Podcast Tribun-Sulbar.com, Senin (4/9/2023).
Muslim Fatillah Azis mengatakan keduanya merupakan juru selamat namun menjadi sarang korupsi.
"Mesti ada perlawanan dan masyarakat diberi ruang pada data pengelolaan keuangan, sebab ini jadi sarang korupsi" tegasnya
"Kami pegiat anti korupsi melihat, memang masyarakat Sulbar sengaja dibungkam secara di by design untuk kemudian hanya diam," lanjutnya.
Ini ditunjukan pada saat mengakses informasi publik terkait anggaran dianggap menjadi rahasia negara, namun merujuk Undang-undang tipikor dan Informasi publik masyarakat berhak mendapat akases.
"Kenapa harus dibuka, agar basis pengawasannya itu jelas, paling tidak memanimalisir praktek korupsi," ujarnya.
Kenapa korupsi bisa merajalela kata dia, sebab hukum tidak memberi efek jera bahkan yang keluar dari penjara sekalipun justru menjadi kaya raya.
"Artinya, mereka sudah menabung sebanyak-banyaknya, merampok uang negara, dapat remisi dan keluar dari penjara jadi miliarder," ungkapnya.
Praktek korupsi juga didorong oleh kesempatan juga kebutuhan, sehingga pelaku korupsi perlu dihukum seberat-beratnya.
"Mestinya pelaku korupsi itu dimiskinkan," tegasnya.
Melihat kasus korupsi di Sulbar makin merajalela, perilaku Malaqbiq jargon Sulawesi Barat sungguh jauh dari perilaku ditunjukan pelaku pejabat korupsi.
Sebab hal itu diperlihatkan oleh pejabat pemerintah yang seharusnya menjadi garda terdepan pencegahan, namun ikut terlibat korupsi.
"Artinya kalau Malaqbiq itu perilaku bersih, maka malaqboq itu adalah perilaku buruk,"
"Ini adalah sebuah perenungan, ketika Sulawesi Barat dibangun atas darah perjuangan, lantas ketika sudah terbentuk dimanfaatkan oleh elit tertentu mempergendutkan rekening," kuncinya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Adriansyah