Kamis, 23 April 2026

Berita Mamasa

Cerita Penjual Sapu Lidi Keliling di Mamasa, Jalan Kaki dan Hidup Sendirian

Ia memasarkan sapu lidinya dengan berjalan kaki dari desanya menuju Kota Mamasa.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Cerita Penjual Sapu Lidi Keliling di Mamasa, Jalan Kaki dan Hidup Sendirian
Tribun Sulbar / Hamsah Sabir
Pampa Lebo (63) penjual sapu lidi keliling, warga Dusun Leko, Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Mengenal Pampa Lebo (63), warga Dusun Loko, Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, pengrajin sapu lidi.

Ia memasarkan sapu lidinya dengan berjalan kaki dari desanya menuju Kota Mamasa.

Pampa Lebo hanya sekali sebulan berjualan sapu lidi ke Kota Mamasa.

Ia berjalan kaki dari kampungnya menuju kota Mamasa memikul 10 ikat sapu lidi.

Sapu lidi dijual ria paruh baya berasal dari pohon aren sehingga lebih awet tahan lama,

"10 ribu satu Pak. Usaha sendiri," ungkap Pampa Lebo, Saat ditemui Jurnalis Tribun-Sulbar.comdi Jln Demmajannang, Kelurahan Mamasa, Sulbar, Senin (4/9/2023).

Pampa Lebo hanya mampu buat satu ikat sapu lidi dalam sehari atau sepuluh dalam sebulan.

Namun kata dia, kadang tidak laku semua.

"Biasa laku enam biasa juga tujuh Pak," sebtnya.

Pampa Lebo sehari-harinya sebagai buruh tani dan jualan sapu lidi adalah sampingan.

"Kalau tidak ada lagi dikerja, ya jualan begini kak lagi Pak," katanya.

Ia mengaku tingga sendiri dan istrinya meninggal sejak enam tahun lalu.

"Saya sendiri, karena istriku sudah meninggal Pak," sambungnya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved