Minggu, 12 April 2026

Berita Mamasa

YUK! Intip Proses Menenun Sambu Mamasa, Butuh Kesabaran dan Ketekunan

Proses menenunnya membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan untuk jadi satu Sambu Mamasa.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto YUK! Intip Proses Menenun Sambu Mamasa, Butuh Kesabaran dan Ketekunan
Hamsah Sabir/Tribun-Sulbar.com
Proses pembuatan Sambu' (Sarung) Mamasa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sambu Mamasa atau Sarung Mamasa. Sulawesi Barat (Sulbar) salah satu warisan leluhur warga Mamasa.

Proses menenunnya membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan untuk jadi satu Sambu Mamasa.

Sarung ini memiliki dua macam ukuran.

Ada yang berukuran 2,5 meter, ada juga berukuran 7 meter.

Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Di Mamasa terdapat beberapa tempat penenun sambu.

Salah satunya di Wisata Buntu Kepa, Desa Taupe, Kecamatan Mamasa.

Sambu khas Mamasa didominasi tiga warna, diantaranya hitam, merah dan putih dengan fungsinya masing-masing.

Bagi warga Mamasa, menenun Sambu bukan sekedar profesi untuk menambah penghasilan.

Namun juga sebagai upaya untuk mempertahankan warisan leluhur, serta menjadi ciri khas yang menunjukkan identitas warga setempat.

Harga satu sarung yang ukuran 2,5 meter sebanyak Rp 300 ribu.

Sementara ukuran 7 meter sebanyak Rp 500 rupiah.

Penenenun rata-rata didominasi oleh kaum perempuan.

Saat ditemui Jurnalis Tribun-Sulbar.com, Hermun (45) mengaku, pembuatan sarung Mamasa tersebut harus dengan tekun.

Bahkan kata dia, harus dibuat dengan ahlinya.

"Kita belajar menenun terlebih dulu Pak," ungkap Hermin, saat ditemui dilokasi pembuatan, Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sabtu (2/9/2023).(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved