BPDB Sulbar
BPDB Sulbar Buka Posko Aduan Kebakaran Hutan hingga Kekeringan Dampak El Nino
El Nino adalah sebuah fenomena cuaca terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur lebih hangat dari biasanya.
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kantor-BPBD-Sulbar-6.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) siap-siap menghadapi dampak El Nino.
BPBD Sulbar membuka pusat pengendalian operasi (Pusdalops).
Pusdalops tempat pengaduan masyarakat terkait kebakaran hutan, banjir, termasuk kekeringan pertanian imbas El Nino.
Lokasinya di kantor BPDB Sulbar di kompleks perkantoran gubernur, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Kelurahan Mamuju, Mamuju.
"Kami juga membuka pengaduan untuk masyarakat yang buka 24 jam," ujar Inaldy, manajer Puldalops saat ditemui di kantor BPDB Sulbar, Selasa (8/8/2023).
Inaldy juga menambahkan, BPDB Sulbar dalam menanggapi el nino, masih memantau dan memonitoring di lapangan
"Untuk saat ini kami masih memantau dan monitoring di lapangan, terkait el nino ini," ujarnya.
El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur, menjadi lebih hangat dari biasanya.
BMKG memprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dari normalnya-dan juga lebih kering dari tiga tahun sebelumnya.
Beberapa daerah yang akan terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung.
Seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem.
Prakiraan curah hujan bulanan BMKG menunjukkan bahwa sebagai besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan kategori rendah bahkan sebagian lainnya akan mengalami kondisi tanpa hujan sama sekali hingga Oktober nanti.
Tim siaga darurat atau Puldalops BPBD Sulbar ini berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Barat, Dinas Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Kehutanan.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Maoidotuen Nasiha