Sabtu, 30 Mei 2026

Siswa Adukan Kepsek

Kepsek yang Diduga Aniaya Siswa SD di Polman Dipanggil Disdik dan Dievaluasi

kepa;a sekolah atas nama Nuraeni sudah dipanggil ke kantor Dikbud Polman untuk memberikan penjelasan.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Kepsek yang Diduga Aniaya Siswa SD di Polman Dipanggil Disdik dan Dievaluasi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Gerbang sekolah SDN 053 Sarampu, Desa Tonyaman, Jl Puka, Kecamatan Binuang, Polman, Sabtu (5/8/2023). Fahrun. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Polewali Mandar (Polman) menyayangkan aksi kasar yang dilakukan seorang kepala sekolah, terhadap murid SDN 053 Sarampu, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang.

Perlakuan kasar dialami oleh murid kelas V yang dilakukan oleh kepala SDN 053 Sarampu atas nama Nuraeni.

Salah satu murid inisial AR (10) mengadukan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Polman, Sabtu (5/8/2023).

"Kita dari Dinas Pendidikan turut menyayangkan adanya kejadian itu, semoga tidak terulang lagi," ujar Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Dikbud Polman, Nurman kepada wartawan.

Baca juga: Pihak SDN 053 Sarampu Polman Bantah Tindakan Penganiayaan Terhadap Murid

Ia mengatakan Nuraeni sudah dipanggil ke kantor Dikbud Polman untuk memberikan penjelasan.

Dari penjelasan itu, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

Numan mengatakan masalah itu sempat dimediasi pada hari Jumat (4/5/2023) kemarin.

Orang tua murid dipertemukan dengan pihak sekolah untuk saling meminta maaf satu sama lain.

"Kita evaluasi lagi kepsek, kita arahkan untuk lebih sabar lagi, namanya juga mendidik butuh kesabaran," ungkapnya.

Ia juga menanggapi agar pihak kepala sekolah kooperatif jika dimintai keterangan dari kepolisian.

Jika nanti, kata Nurman hasil visum menunjukkan adanya tanda kekerasan, pihak sekolah harus bertanggung jawab.

Ia menceritakan awalnya kepala SDN 053 Sarampu menghimbau agar murid tidak keluar dari pekarangan sekolah

Lantaran sejumlah murid sering mengunjungi kantin yang berada di seberang jalan.

Pihak sekolah pun mendapat siswa kelas V yang bandel dan tidak mematuhi himbauan.

"Kronologinya begitu lalu kepsek ini menepuk bahu para siswa yang bandel, begitu yang dijelaskan kepsek," ungkap Nurman.

Sebelumnya diberitakan, Kepala SDN 038 Sarampu, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman Nuraeni buka suara soal tindakan kasar terhadap sejumlah muridnya.

Nuraini menilai aduan murid ke orang tuanya terlalu berlebihan dan tidak sesuai kejadian.

Ia membantah telah menampar murid lantaran tidak patuh dengan himbauan yang diberikan.

"Jadi saya tidak tampar murid, hanya menepuk pada bagian kepala, lain itu ditampar dan itu tidak ada," ujar Nuraeni saat dihubungi via telepon, Sabtu (5/8/2023).

Nuraeni menegaskan tepukan pada bagian kepala kepada siwa sebagai bentuk teguran.

Lantaran para murid bandel tidak mematuhi himbauan untuk tidak berbelanja di luar pekarangan sekolah.

Larangan itu kata Nuraeni murni demi keselamatan para murid yang harus menyeberang jalan.

Kantin yang berada di luar pekarangan sekolah, berada tepat di seberang jalan.

"Jadi kemarin itu sudah ada pertemuan dengan sejumlah orang tua siswa, mereka datang untuk klarifikasi," ungkapnya.

Dikatakan perlakuan kasar yang ia lakukan terhadap murid memang mendapat tanggapan dari orang tua murid.

Sejumlah orang tua murid menganggap hal itu sudah diluar kewajaran.

Untuk itu Nuraeni mewakili sekolah meminta maaf kepada seluruh orang tua murid yang keberatan.

"Saya juga mengaku salah, saya mewakili sekolah meminta maaf kepada orang tua murid yang sudah merasa keberatan," lanjutnya.

Ia menambahkan, pada Jumat (4/8/2023) pihak sekolah diminta untuk menandatangani surat peryataan.

Surat itu berisi jika perbuatan seperti itu terulang kembali maka akan dibawah ke rana hukum.

"Itu mi saya heran kenapa ada yang melapor padahal kemarin sudah ada perjanjian dan permohonan maaf saya," terang Nuraeni.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved