Siswa Adukan Kepsek
Kepsek yang Diduga Aniaya Siswa SD di Polman Dipanggil Disdik dan Dievaluasi
kepa;a sekolah atas nama Nuraeni sudah dipanggil ke kantor Dikbud Polman untuk memberikan penjelasan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gerbang-sekolah-SDN-053-Sarampu-Desa-Tonyaman.jpg)
Sebelumnya diberitakan, Kepala SDN 038 Sarampu, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman Nuraeni buka suara soal tindakan kasar terhadap sejumlah muridnya.
Nuraini menilai aduan murid ke orang tuanya terlalu berlebihan dan tidak sesuai kejadian.
Ia membantah telah menampar murid lantaran tidak patuh dengan himbauan yang diberikan.
"Jadi saya tidak tampar murid, hanya menepuk pada bagian kepala, lain itu ditampar dan itu tidak ada," ujar Nuraeni saat dihubungi via telepon, Sabtu (5/8/2023).
Nuraeni menegaskan tepukan pada bagian kepala kepada siwa sebagai bentuk teguran.
Lantaran para murid bandel tidak mematuhi himbauan untuk tidak berbelanja di luar pekarangan sekolah.
Larangan itu kata Nuraeni murni demi keselamatan para murid yang harus menyeberang jalan.
Kantin yang berada di luar pekarangan sekolah, berada tepat di seberang jalan.
"Jadi kemarin itu sudah ada pertemuan dengan sejumlah orang tua siswa, mereka datang untuk klarifikasi," ungkapnya.
Dikatakan perlakuan kasar yang ia lakukan terhadap murid memang mendapat tanggapan dari orang tua murid.
Sejumlah orang tua murid menganggap hal itu sudah diluar kewajaran.
Untuk itu Nuraeni mewakili sekolah meminta maaf kepada seluruh orang tua murid yang keberatan.
"Saya juga mengaku salah, saya mewakili sekolah meminta maaf kepada orang tua murid yang sudah merasa keberatan," lanjutnya.
Ia menambahkan, pada Jumat (4/8/2023) pihak sekolah diminta untuk menandatangani surat peryataan.
Surat itu berisi jika perbuatan seperti itu terulang kembali maka akan dibawah ke rana hukum.
"Itu mi saya heran kenapa ada yang melapor padahal kemarin sudah ada perjanjian dan permohonan maaf saya," terang Nuraeni.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli