Berita Mamasa
Pasutri Mamasa Butuh Bantuan Obati Anaknya Menderita Hydrosefalus
Mereka adalah warga Desa Tondo Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-anak-Pasturi-Dewi-Marnita-dan-Novan-Hayado.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pasangan suami istri (Pasturi) Mamasa Dewi Marnita dan Novan Hayado harus sabar mengelus dada.
Keduanya hanya bisa berharap mukjizat dari Tuhan untuk kesembuhan anak sulungnya yang menderita penyakit hdyrosefalus selama 10 tahun.
Mereka adalah warga Desa Tondo Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Anak bernama Novyra ini di diagnosa menderita penyakit Hydrosefalus sejak ia lahir secara prematur, dan kepalanya mulai membesar saat ia berusia enam bulan.
Kondisi tersebut membuat kepala bocah malang ini semakin membesar dari hari ke hari.
"Umurnya sudah 11 tahun, sekarang dia anak saya (Novyra) hanya bisa terbaring tak mampu bergerak," kata Dewi Marnita saat dihubungi wartawan, Jumat (21/7/2023).
Meski anak malang itu sudah pernah dirawat di rumah sakit dan ingin dioperesi, namun gagal karena terkendala dibiaya dan juga rasa takut keluarga.
"Sempat mau kita operasi tapi keluarga dan saya juga takut, apalagi biaya untuk rumah sakit juga tidak ada," katanya.
Saat ini ibu Dewi dan suaminya belum memiliki tempat tinggal (rumah) keduanya hanya tinggal di kediaman kerabatnya.
Mereka berharap pemerintah dan orang dermawan bisa memberikan bantuan atas kondisi yang dialami keluarganya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman