Pembakaran Alquran
Muhammadiyah Sulbar Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia
Semestinya, kata dia, di era modern seperti ini saling menjunjung tinggi perbedaan agama, ras, dan suku bangsa dari golongan manapun.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-Muhammadiyah-Sulawesi-Barat-Wahyun-Mawardi.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Wahyun Mawardi turut mengecam pembakaran Alquran di Swedia beberapa hari lalu.
Pembakaran Alquran tepat pada pelaksanaan salat Iduladha 1444 H di Swedia.
"Pandangan saya bahwa kejadian yang kembali terulang di Swedia ini adalah tindakan anarkis dan provokatif," kata Wahyun, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/7/2023).
Menurutnya, ini bentuk sikap Islamofobia yang sangat buruk apabila dilakukan saat umat Islam merayakan Iduladha.
Semestinya, kata dia, di era modern seperti ini saling menjunjung tinggi perbedaan agama, ras, dan suku bangsa dari golongan manapun.
"Saya harap, walaupun kejadian ini sangat menyinggung dan mencederai perasaan umat Islam dan tentunya tidak bisa dibenarkan, tapi mari tetap tenang dan dewasa menyikapi kejadian ini," ungkapnya.
Dia berharap pelaku pembakaran alquran ini harus dihukum sesuai aturan.
Sehingga, kejadian serupa tidak terjadi lagi dan Muhammadiyah mengecam atas tindakan tersebut.
Diketahui aksi pembakaran Alquran dilakukan di depan Masjid Raya Sodermalm, Stockholm pada Rabu (28/6).
Pelakunya teridentifikasi bernama Salwan Momika (37).
Menurut polisi setempat, pelaku merupakan warga Irak yang melarikan diri ke Swedia beberapa tahun lalu.
Dalam aksinya, Momika menginjak lalu membakar sejumlah halaman Alquran di depan masjid.
Tidak diketahui secara pasti apa motif pelaku melakukan tindakan tersebut.
Namun aksinya telah mengundang kecaman dari berbagai negara.
Termasuk Arab Saudi yang saat ini sedang menampung 1,8 juta jemaah haji.(*)
Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin