Minggu, 26 April 2026

Harga Bawang Putih

BPS Sulbar Sebut Harga Bawang Putih Akan Naik Karena Ini

stok bawang putih cukup di pasaran, namun faktanya harga bawang justru mengalami kenaikan termasuk di Sulbar.

Tayang:
Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto BPS Sulbar Sebut Harga Bawang Putih Akan Naik Karena Ini
Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Bawang merah dan bawang putih dagangan milik Hj Nadi 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statitistik (BPS) Sulbar, Eka Khaerandy ikut menanggapi soal polemik pengurangan impor bawang putih.

Eka mengatakan, pengurangan impor bawang putih akan berdampak pada kenaikan harga di pasaran termasuk di Mamuju Sulbar.

Seperti yang terjadi saat ini harga bawang putih saat mengalami kenaikan termasuk di Sulbar.

"Stok komoditas (bawang) itu seharusnya lebih banyak dari pada kebutuhan masyarakat. Seperti yang dikatakan Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia stok sampai 50 ribu, nah itu harus lebih dua kali lipat," ujar Eka saat dihubungi Tribun-Sulbar.com, Rabu (30/5/2023).

Kata Eka, adanya kouta atau pengurangan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) justru akan berpengaruh pada importir lainya.

"Importir lain juga akan sulit juga mengimpor, komoditas berkurang dan secara otomatis berdampak pada kenaikan harga," katanya.

Meski Mendag Zulhas menyebutkan stok bawang putih cukup di pasaran, namun faktanya harga bawang justru mengalami kenaikan termasuk di Sulbar.

"Harusnya stok  komoditas  di pasaran itu tidak boleh pas-pas, tapi harus lebih banyak agar harga terkendali dan terjadi inflasi," bebernnya.

Menurutnya, impor bawang putih langsung dari luar negeri ke Sulbar itu tidak ada, hanya saja di impor dari luar Pulau Sulawesi atau dari Jawa.

Dijelaskan, level secara nasional dan daerah saat ini memang harga bawang putih memang naik berada di harga Rp 40 ribu per kilogram.

Diketahui, Perkumpulan Pengusaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (PUSBARINDO) mengeluhkan sulitnya mendapatkan Surat izin impor (SPI) bawang putih dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ketua Umum Reinhart Antonius Batubara mengatakan, hal ini berdampak pada pasokan atau suplai bawang putih dalam negeri.

Reinhart menyebutkan, sejak awal tahun ini hanya 37 perusahaan yang berhasil mendapatkan SPI dengan realisasi impor bawang putih 170.000 ton.

"Sementara kebutuhan (bawang putih) itu 50.000 ton per bulan. Harusnya yang sudah keluar itu 250.000-300.000 ton," kata Reinhart dalam diskusi publik Pusbarindo Carut Marut Tata Niaga Impor Bawang di Jakarta, Kamis (25/5/2023).(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved