Pemilu 2024
KENAPA Polres Majene Bentuk 200 Polisi RW?
tugas dan fungsi polisi Rw ini akan terus berlanjut selama program ini dianggap baik oleh masyarakat, maupun pemerintah.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kepala-Bagian-Operasional-Kabag-Ops-Polres-Majene-AKP-Suparman-9.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepolisian menyiapkan ratusan Polisi RW yang akan bertugas dilingkungan rukun warga setiap desa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Majene, AKP Suparman mengatakan Polisi RW nantinya akan bertugas menjaga ketertiban di masyarakat lingkungan RW di masing-masing desa.
Polisi RW dibentuk tidak hanya dalam kesiapan menghadapi pemilu serentak 2024 tersebut.
Dikatakan Suparman, tugas dan fungsi polisi Rw ini akan terus berlanjut selama program ini dianggap baik oleh masyarakat, maupun pemerintah.
"Untuk polisi RW kita sudah sprin kan ada kurang lebih 200 orang, " kata Suparman kepada tribun.
Menurutnya ratusan personel tersebut selanjutnya bakal diberikan pembekalan sebelum terjun ke lapangan.
Polisi RW merupakan program menghadirkan polisi di tiap-tiap RW untuk membangun interaksi positif yang konsisten antara polisi dan masyarakat.
Polisi RW bertugas sebagai petugas penghubung (liaison officer/LO) Polri di tiap RW.
Sebagai LO, tugas Polisi RW untuk mendengarkan, menerima, berempati terhadap keluh kesah, keresahan, keinginan, harapan dan permasalahan di masyarakat.
"Misalnya ada permasalahan permasalahan di dekat rumahnya,bisa men skrin terlebih dahulu, sebelum lanjut ke kantor.jadi bisa diselesaikan ditingkat RT dan RW," paparnya.(san)