Remaja Tenggelam
Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Terkendala Air Keruh dan Debit Air Bertambah
Pencarian belum menemui titik terang tentang keberadaan korban yang sebelum dilaporkan tenggelam atau hanyut di sungai Mapilli.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tim-SAR-Majene-terjunkan-perahu-karet-mencari-rema.jpg)
TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Pencarian Ismawati, warga Dusun Bonra 1, Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), sudah memasuki hari keempat.
Hingga Minggu (26/3/2023) hari ini belum menemui titik terang tentang keberadaan korban yang sebelum dilaporkan tenggelam atau hanyut di Sungai Mapilli.
"Proses pencarian hari keempat ini kami menyisir kurang lebih sejauh 13 km sampai muara.hasilnya masih nihil," kata Ketua tim lapangan, Agustan kepada tribun, Minggu (26/3/2023).
Namun pencarian tersebut terkendala cuaca karena debit air sungai masih terus naik .
Kemudian kondisi air sungai masih keruh dan semakin deras sehingga semakin menyulitkan proses pencarian.
Pencarian korban melibatkan tim gabungan sar, mulai dari Basarnas, PSC 119 Majene, SAR UNM, dan TNI/ Polri serta dibantu masyarakat setempat.
Selain personel, tim gabungan juga dibantu oleh keluarga korban dan warga sekitar.
Dalam pencarian menggunakan dua perahu karet yang didatangkan Basarnas dan BPBD Polman.
Remaja tersebut sebelumnya dikabarkan tenggelam di Sungai Mapilli, tepatnya di Desa Bonra
Sebelum tenggelam, awalnya sedang mandi di sungai.korban tak sendiri, ia bersama dengan teman sebayanya.
Singkat cerita, tiba tiba rekan korban tenggelam. Korban pun bermaksud menyelamatkan kedua temannya itu.
Namun naasnya korban mala ikut terseret air sungai hingga tidak ditemukan sampai sekarang
Sementara rekanya berhasil diselamatkan oleh warga.