Senin, 18 Mei 2026

Penyegelan Sekolah

SDN 15 Segeri Disegel Warga, Dinas Pendidikan Majene Segera Lakukan Ini

Akibat penyegelan tersebut, puluhan siswa SDN 15 Segeri Majene terpaksa belajar di pelataran Masjid, tak jauh dari gedung sekolah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto SDN 15 Segeri Disegel Warga, Dinas Pendidikan Majene Segera Lakukan Ini
Tribun Sulbar / Hasan Basri
SDN 15 Segeri Majene disegel oleh seorang warga yang mengaku sebagai ahli waris. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majene, Suardi prihatin atas aksi penyegelan sekolah dasar negeri (SDN) 15 Segeri oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris.

Akibat penyegelan tersebut, puluhan siswa SDN 15 Segeri Majene terpaksa belajar di pelataran Masjid, tak jauh dari gedung sekolah.

Peristiwa penyegelan mulai terjadi sejak Selasa (14/3/2023 ) kemarin sekitar pukul 15.00 Wita.

Suardi mengaku baru mengetahui kejadian tersebut atas informasi yang diperoleh dari media. Kendati demikian mereka bakal mengambil langkah sesegera mungkin.

"Tentu kita akan melakukan negosiasi dengan semua pihak agar sekolah ini kembali dibuka," kata Sekretaris Disdik Majene, Suardi kepada wartawan,Rabu (15/3/2023).

Suardi berjanji pihaknya segera mendatangi sekolah tersebut dan mencari tau latar belakang sehingga tempat itu disegel.

Sebab, ia kasian terhadap murid SDN Negeri 15 terpaksa belajar di pelataran masjid pasca penyegelan terjadi.

"Kita sangat sayangkan, tentu kita berharap anak anak kita bisa belajar dengan tenang dan belajar dengan baik. Dan kami kasian kalau mereka belajar di tempat lain," paparnya .

Sekedar diketahui puluhan siswa SDN 15 Segeri Majene mulai belajar di pelataran masjid sejak pagi tadi.

Ini terjadi karena gedung sekolah mereka disegel oleh seorang warga yang mengklaim atau mengaku sebagai pemilik lahan.

"Kalau penyegelannya ini terjadi sejak kemarin sore sekitar pukul 3 (15.00 Wita)," kata Kepala SDN 15 Hatta kepada wartawan di lokasi kejadian.

Karena tidak ingin anak didik ketinggalan mata pelajaran, mereka terpaksa membawa mereka ke masjid untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Dari pantauan terlihat gedung  disegel dengan cara ditutup pada bagian pintu utama masuk sekolah.

Pada pintu dipasangi beberapa bambu, sehingga siswa maupun guru tidak bisa masuk ke dalam sekolah tersebut

Selain itu, ada juga sebuah papan triplek berisi pesan dari warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Bunyi pesan tersebut yakni pengumuman tempat ini disegel sementar waktu.

Sebelum Pemerintah Kabupaten Majene  atau Bupati Majene mengganti rugi atas tanah yang ditempati SD  15 Negeri.

Atas nama ahli waris Sale Pua Hafid Alimuddin. (san)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved