Minggu, 12 April 2026

KPU Sulbar

Kenapa Harus Memilih? Ketua KPU Sulbar Rustang: Biar Ikut Bertanggungjawab

Berdasarkan, UU Dasar 1945 menunjuk sarana kedaulatan rakyat itu mengganti posisi Presiden maupun legislatif itu melalui Pemilu.

Tayang:
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Kenapa Harus Memilih? Ketua KPU Sulbar Rustang: Biar Ikut Bertanggungjawab
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar Rustang saat hadir di podcast Tribun-Sulbar.com di kantornya Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (28/2/2023). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar Rustang mengatakan warga harus memilih agar bisa ikut bertanggungjawab.

Hal tersebut, disampaikan Ketua KPU Sulbar Rustang saat hadiri podcast Tribun-Sulbar.com di kantornya Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (28/2/2023).

"Pemilihan ini sarana kedaulatan negara berada ditangan rakyat yang menurut UU Dasar 1945," kata Rustang.

Berdasarkan, UU Dasar 1945 menunjuk sarana kedaulatan rakyat itu mengganti posisi Presiden maupun legislatif itu melalui Pemilu.

Karena yang diwakili makanya harus memilih perwakilannya.

"Jadi dia mau wakilkan kemana suaranya ini, Itulah kepada calon-calon ikut dalam Pemilu itu," ungkap Rustang.

Sementara itu, partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 ini agar melegitimasi hasil Pemilu benar dan dapat dipercaya.

Sehingga, anggota DPRD, DPRI dan DPD hingga Presiden harus sadar juga bahwa dirinya mewakili ribuan hingga jutaan orang.

"Ini yang diperjuangkan hak-haknya selama dirinya duduk. Jadi kalau dia ikut memilih maka dirinya akan merasa ikut bertanggungjawab pada orang-orang itu," bebernya.

Selain itu, masyarakat yang ikut memilih juga berkewajiban mengingatkan kepada perwakilannya tersebut.

Karena dalam membangun daerah dan mencerdaskan bangsa kalau tidak bertanggungjawab.

"Jadi warga harus ikut memilih, meskipun itu haknya tapi tidak elegan lagi karena sudah ada jalannya dan mengenali orang dipilihnya," ujarnya.

Sedangkan, partisipasi pemilih tahun 2019 lalu dari target nasional 77,5 persen dan Sulbar berada di 80 persn ke atas.

Dia membeberkan bahwa ada 50 ribu lebih surat suara keliru coblos.

"Makanya saat ini sosialisasikan pemilih cerdas itu bukan hanya cerdas menentukan pilihan, tapi cerdas juga menentukan pilihannya itu," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved