Anies Capres 2024
PKS Sayangkan Ada Baliho Tolak Anies Bertebaran di Mamuju
Baliho penolakan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 bertebaran di Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Baliho-tolak-Anies-Baswedan-jadi-Capres-bersebaran-di-Kota-Mamuju-Sulbar.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua PKS Sulbar Yuki Permana turut menyayangkan adanya baliho penolakan Anies Baswedan di Mamuju, Sulbar.
Menurutnya, ini tindakan orang-orang yang tidak menghargai demokrasi.
"Kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Yuki, saat dihubungi, Jumat (27/1/2023).
Sehingga, tidak sepantasnya sebagai tokoh bangsa mendapat perlakuan tersebut.
Dirinya, mengajak semua pihak agar menciptakan politik yang santun.
"Sebaiknya kita ciptakan iklim politik yang lebih santun dan tidak menghalalkan segala cara dalam berpolitik," ungkap Yuki.
Terutama menjelang pesta demokrasi serentak pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Biarkan, warga Mamuju memilih pemimpinnya sendiri.
"Iklim politik yang kondusif akan membuat maysarakat memilih capres dan cawapres berdasarkan keyakinannya akan membawa masyarakat kepada keadilan dan kesejahteraan," tandasnya.
Sebelumnya, Baliho penolakan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 bertebaran di Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, spanduk penolakan mantan Gubernur DKI Jakarta sebagai Capres salah satunya terpasang di Jl Ir Juanda, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar.
Di spanduk tersebut terpasang gambar Anies Baswedan dengan garis silang merah bermakna penolakan.
Ada beberapa spanduk dengan kalimat berbeda.
Anies disebut sebagai perusak moral bangsa karena membawa politik identitas untuk jadi Capres.
"Tolak Anies jadi capres untuk datang ke Mamuju mau kampanye duluan kah?,".
"Warga Mamuju tidak butuh Anies Baswedan yang suka memecah belah masyarakat"
Belum diketahui siapa yang memasang baliho tersebut.(*)