Berita Mamuju

Sutinah Usahakan Pembangunan RS Dipindahkan dari Lapangan Merdeka Mamuju ke Lengke Kalukku

Hingga kini pemerintah daerah sedang berupaya untuk segera membebaskan lahan yang ada di Lingkungan Lengke, Kelurahan Bebanga, Kalukku, Mamuju.

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Zuhaji
Bupati Mamuju Sutinah memberikan jawaban atas isu Mamuju tidak siap jadi tuan rumah Porprov Sulbar 2022 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi menepis anggapan bahwa Pemkab Mamuju tidak serius mempertahankan Lapangan Merdeka, agar tak dijadikan rumah sakit.

Seperti diketahui, Lapangan Merdeka Mamuju kini sudah ditutup dengan seng, karena dalam waktu dekat TNI yang merupakan pemilik lapangan itu, akan membangun Rumah sakit (RS).

Dalam wawanvaranya dengan wartawan, Sutinah mengatakan, pemerintah Kabupaten Mamuju sudah menganggarkan lahan pembangunan rumah sakit pada perubahan anggaran 2022 lalu.

Baca juga: Bupati Mamuju Sutinah Akhirnya Buka Suara Soal Lapangan Merdeka Jadi Rumah Sakit

Baca juga: Kodim 1418 Mamuju Tak Punya Hak Hentikan Pembangunan Rumah Sakit di Lapangan Merdeka

Ketika itu, Pemkab Mamuju menyerahkan ke pihak TNI untuk memilih lokasi untuk pembangunan rumah sakit pada saat itu.

"Mereka (TNI) memilih di Kelurahan Bebanga di Kecamatan Kalukku. Begitu lokasi sudah cocok dan mau dibebaskan, ternyata pemilik lahan itu tidak satu orang saja, bahkan sudah ada meninggal dunia," ungkap Sutinah saat ditemui di Loby Hotel D'Maleo, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Mamuju, Rabu (25/1/2023).

Sehingga kata dia, proses pembayaran lahan itu terhambat karena tidak diketahui siapa yang menjadi ahli waris lahan tersebut.

"Jadi ahli warisnya berproses sehingga itu yang membuat terhambat pembebasan lahannya," kata Sutinah.

Ia menambahkan, pembebasan lahan itu kemudian dipindahkan ke anggaran pokok tahun 2023 dan itu adalah bentuk keseriusan pemerintah untuk tetap membebaskan lahan itu.

"Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan Pemkab Mamuju tidak serius menganggarkan lahan itu," bebernya.

Hanya saja kata dia, pembangunan rumah sakit itu instruksi langsung dari Kementerian Pertanahan (Kemenhan).

"Jadi saya Pak Dandim dan Danrem sudah berusaha agar pembangunan rumah sakit tidak dilakukan di lapangan Merdeka karena memiliki nilai sejarah untuk masyarakat Mamuju," imbuhnya.

Hingga kini pemerintah daerah sedang berupaya untuk segera membebaskan lahan yang ada di Lingkungan Lengke, Kelurahan Bebanga, Kalukku, Mamuju.

"Kami sedang berupaya supaya pembangunan rumah sakit bisa dipindahkan ke Kalukku. Karena kita harus berpikir 10 tahun akan datang tentu RS itu akan besar dan lokasi di lapangan Merdeka sangat sempit," tandasnya.

Sebelumnya, Kodim kata Andi Ismail juga sudah bersurat kepada Pemkab Mamuju, perihal permohonan lahan di Lengke, Kelurahan Bebanga, Kalukku, untuk digunakan sebagai tempat pembangunan RS.

Dan pihak Kodim sudah bersurat sejak November 2022 lalu.

"Padahal, pencarian lahan sudah kami lakukan berbulan bulan, mulai dari Tapalang hingga Kalukku," ujar Letkol Inf Andi Ismail.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved