Kemenkumham Sulbar

Terungkap Penyebab Tahanan Gantung Diri di Rutan Mamuju, Istri: Dia Depresi karena Saya Ajukan Cerai

Sementara itu, Istri tahanan yang juga hadir dalam kesempatan itu mengaku bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, ia mengajukan cerai kepada bersangkutan

Editor: Ilham Mulyawan
Kemenkumham Sulbar
Kunjuungan IPMAPUS ke Rutan mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat, Robianto menerima kunjungan rombongan Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Uluna Salu (IPMAPUS) di Rutan Mamuju, Senin (23/1/2023).

Dalam pertemuan itu membahas sejumlah topik diantaranya terkait meninggalnya seorang tahanan di Rutan Mamuju beberapa waktu lalu.

“Pertemuan ini juga dalam rangka meluruskan terkait peristiwa meninggalnya seorang tahanan beberapa waktu lalu dengan mengundang istri korban," ujar Robianto yang didampingi Kepala Rutan Mamuju.

Baca juga: Korban Gantung Diri di Rutan Mamuju Tahanan Residivis, Sudah Ditangkap 2 Kali

Baca juga: BREAKING NEWS: Tahanan Rutan Mamuju Tewas Gantung Diri Pakai Tali Rapiah

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, meninggalnya Tahanan tersebut murni karena permasalahan keluarga.

“Dan hal tersebut juga dibenarkan oleh istri bersangkutan, yang saat ini juga hadir ditengah pertemuan antara pihak Rutan dan Ipmapus," kata Robianto.

Sementara itu, Istri tahanan yang juga hadir dalam kesempatan itu mengaku bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, ia mengajukan cerai kepada bersangkutan.

Namun korban rupanya tidak setuju dengan keputusan istrinya tersebut.

“Hal inilah yang membuat suami saya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, yang diakibatkan karena depresi," ujar sang Istri.

Sebelumnya diberitakan, Muhlis (37) tahanan kasus pencurian di rumah tahanan Kelas II B Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas gantung diri di kamar tahanan, Kamis (5/1/2022) lalu.

Peristiwa gantung diri sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi di Rutan Mamuju.

Kepala Rutan Mamuju Endus mengatakan, aksi bunuh diri menggunakan tali rapiah yang dibuat seperti tali nilon.

"Saat alamarhum (Muhlis) ini mencoba bunuh diri tidak ada yang melihat karena memang sudah ia rencanakan. Saat itu teman se kamar (tahanan) sedang tertidur pulas," ungkap Endus saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di Rutan Kelas II B Mamuju, Jl Pengayoman, Mamuju, Kamis.

Tahanan titipan Pengadilan Negeri Mamuju ini disebut sedang mengalami masalah berat.

"Ada masalah di internal keluarganya sehingga ia stres dan nekat bunuh diri," ujar Endus.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved