Ekspor Sulbar
3.800 Ton Bungkit Sawit Sulbar di Ekspor ke Thailand
Bungkil inti sawit atau BIS merupakan salah satu hasil samping pengolahan inti sawit dengan kadar 45-46 persen dari inti sawit.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Bungkit-sawit-sebanyak-3800-ton-siap-ekspor-ke-ne.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sulbar kembali mengekspor salah satu inti kelapa sawit sebanyak 3.800 ton ke negara tujuan Thailand.
Adapun, salah satu inti sawit ini yakni bungkit dengan nilai Rp 8,4 miliar.
Bungkil inti sawit atau BIS merupakan salah satu hasil samping pengolahan inti sawit dengan kadar 45-46 persen dari inti sawit.
BIS umumnya mengandung air kurang dari 10 persen dan 60 persen fraksi nutrisinya berupa selulosa, lemak, protein, arabinoksilan, glukoronoxilan, dan mineral.
Bungkit sawit milik Sulbar diangkut menggunakan kapal laut melalui pelabuhan Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulbar, Rabu (11/1/2023).
Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik, Kepala Karantina Pertanian Mamuju drh Agus Karyono dan sejumlah pejabat Sulbar.
Pantauan Tribun-Sulbar.com Pj Gubernur Akmal Malik disambut tarian lokal.
Termasuk, pengalungan kain sutra mandar saat tiba di lokasi pelepasan Bungkit sawit.
Bungkit sawit ini sudah melalui pemeriksaan oleh Karantina Pertanian Mamuju dan siap ekspor.
"Ini ekspor perdana kita untuk Bungkit sawit," kata drh Agus, dalam sambutannya.
Sementara itu, ekspor Sullbar 90 persen didominasi sawit untuk tahun 2022.
Diharapkan, semakin meningkat tahun 2023 saat ini.
"Semoga bisa melampaui tahun sebelumnya. Ini mengawali tahun 2023 lewat ekspor, berikutnya kita dorong komoditas lain untuk ekspor juga," tandasnya.
Turut, hadir Kapolda Sulbar, Kabinda Sulbar, Kepala DjPb Sulbar, hingga Perwakilan BPK-P.(*)