Sampah Mamasa
Warga Keluhkan Sampah Tak Kunjung Diangkut di Tatoa Mamasa
Nina, salah seorang pemilik toko dekat TPS itu mengeluhkan bau tak sedap yang dikeluarkan sampah.
Penulis: Adriansyah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sampah-menumpuk-di-Jl-Pendidikan-Tatoa-Kelurahan-Mamasa-kabupaten-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sudah lebih dari sepekan sampah di Tatoa, Kecamatan Mamasa, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tak diangkut.
Kapasitas tempat pembuangan sementara (TPS) tepat berada di depan Kantor PLN berukuran kurang lebih 2x2 Meter, tak dapat menampung sampah.
Akibatnya, sampah di Jl Pendidikan, Kelurahan Mamasa itu berserakan.
Ironisnya, sampah itu mulai mengeluarkan bau tak sedap sehingga dikeluhkan warga.
Nina, salah seorang pemilik toko dekat TPS itu mengeluhkan bau tak sedap yang dikeluarkan sampah.
"Sangat merusak pemandangan dan sangat bau," ungkap Nina, ditemui di tokonya, Senin (9/1/2023) malam tadi.
Kata Nina, sudah hampir dua pekan sampah itu tidak diangkut.
Saat malam, sampah itu berserakan lantaran dibongkar anjing liar.
Nina khawatir, jika tidak segera diangkut maka dapat menimbulkan penyakit.
Karenanya, ia berharap agar dinas terkait segera mengangkut sampah itu.
"Seharusnya rutin tiap hari diangkut, jangan hanya retribusi Rp. 10 ribu per bulan yang rutin dipungut," harapnya.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng