OPINI

Ekonomi Sulbar Pasca Pandemi Masih Bergantung Pada Perkebunan Tahunan, Sawit Hingga Kakao

isalnya saja, pertanian yang ditopang perkebunan tahunan dan perikanan, hanya bisa tumbuh 3,2 persen dan 4,0 persen setelah terkontraksi pada triwulan

Editor: Ilham Mulyawan
Labi for Tribun Sulbar
M. La'bi Statistisi Madya di BPS Provinsi Sulawesi Barat 

Oleh: M. La'bi
Statistisi Madya di BPS Provinsi Sulawesi Barat

TRIBUN-SULBAR.COM - Pandemi Covid-19 belum benar-benar selesai di Indonesia.

Tercatat kasus harian masih mencapai 800-an dan rata-rata dalam sepekan terakhir masih mencapai di atas 1.000-an. Meskipun begitu, pemerintah berencana akan menjadikan kasus Covid-19 sebagai endemi.

Perekonomian pun semakin membaik. Ekonomi Indonesia tercatat sudah konsisten positif pada 3 triwulan pada tahun 2022 ini.
Begitu pun Sulawesi Barat yang pertumbuhan ekonominya masing-masing mencapai 0,81 persen, 2,08 persen, dan triwulan ketiga sebesar 3,39 persen secara year on year.

Meski merupakan pertumbuhan terendah ketiga dari 34 provinsi di Indonesia tetapi paling tidak ada tren yang terus membaik dari pertumbuhan tersebut.

Gambaran Perekonomian Sulbar

Perekonomian Sulawesi Barat sampai pada triwulan ketiga tahun 2022 masih sangat didominasi oleh pertanian yang distribusinya mencapai 43,44 persen terhadap PDRB dari sisi produksi atau lapangan usaha.

Sedangkan dari sisi pengeluaran atau konsumsi, di mana komponen terbesarnya adalah konsumsi rumah tangga mencapai 52,05 persen terhadap PDRB.

Pertumbuhan ekonomi secara kumulatif (tahunan) pada tahun 2021 yang sudah membaik mencapai 2,56 persen.

Capaian tersebut, berdasarkan fenomena yang ada, jika konsisten hingga triwulan keempat 2022 maka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 ini akan melampauinya.

Kekhawatiran saat ini adalah jika nilai tambah yang dihasilkan saat akhir triwulan keempat tahun 2022 tidak bisa kembali mencapai seperti di akhir tahun 2021 karena tidak ada lagi pencairan bantuan pascabencana gempa.

Seperti yang sudah dirilis bahwa yang mendorong pertumbuhan pada tahun 2021 adalah dari sisi konstruksi dan atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Pertumbuhan PMTB mencapai 7,44 persen yang diikuti sektor konstruksi yang mencapai 11,6 persen.

Ada pun tahun 2022 ini sektor konstruksi mengalami kontraksi sebanyak dua triwulan (kedua dan ketiga) masing-masing sebesar 4,7 persen dan 5,3 persen. Hal itu seiring dengan PMTB yang terkontraksi sebesar 3,54 persen dan 2,20 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved