Cuaca Buruk
73 Perahu Nelayan Majene Rusak Diterjang Gelombang Pasang, 1 Orang Meninggal Dunia
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Majene menyampaikan total kerusakan pada bangunan sekitar 537 unit baik rumah, tempat usaha maupun tanggul.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Banjir-Rob-di-Majene-Jumat-23122022.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene merilis dampak gelombang pasang atau banjir rob yang melanda Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada 24 Desember 2022.
Ketinggian gelombang mencapai 2 meter menimbulkan kerusakan parah ratusan rumah, tempat usaha, infrastruktur tanggul hingga tanggul sungai di tujuh kecamatan.
Seperti di Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Utara sebanyak 97 bangunan terendam banjir laut pasang.
Ada 25 unit bangunan terendam di Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, satu rumah di Kecamatan Pamboang.
Di Kecamatan Sendana ada 130 bangunan terendam dengan rincian 15 unit mengalami rusak berat, dan 29 unit bangunan rusak sedang.
Kemudian Kecamatan Tammerodo 120 bangunan terendam dengan rincian 37 unit rusak berat dan 56 rusak sedang.
Lalu 67 rumah terendam di Kecamatan Tubo dengan rincian 25 rusak berat dan 18 unit rusak sedang.
Sementara di Kecamatan Malunda ada 98 bangunan terendam, 17 unit rusak berat, 17 unit rusak sedang dan 51 unit rusak ringan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Majene menyampaikan total kerusakan pada bangunan sekitar 537 unit baik rumah, tempat usaha maupun tanggul.
"Untuk rusak berat totalnya 94 unit, rusak sedang 121 dan rusak ringan 51 unit," kata Sirajuddin dalam data rilisnya.
Bangunan yang terkena dampak yang berada di pesisir pantai.
Selain bangunan juga merusak 73 unit perahu nelayan dan satu orang meninggal dunia.