Berita Polman

Satpol PP Bantah Keroyok Anggota Intel Polres Polman, Andi Putra: Hanya Pemukulan

Saat penyerangan itulah oknum Satpol PP salah sasaran, satu diantara yang dihajar adalah polisi yang bermaksud melerai.

Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Personel Satpol PP Polman saat mengunjungi lima orang anggotanya yang saat ini ditahan di Polres Polman Jl Ratulangi, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Rabu (21/12/2022). 

TRIBUN-SUlBAR.COM, MAMUJU - Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Polman, Andi Putra Iif, bantah berita anggotanya melakukan pengeroyokan terhadap anggota Intelkam Polres Polman.

Dia membenarkan, Satpol PP lakukan penyerangan terhadap kelompok pengamen di Alun-alun, Polewali Mandar.

Saat penyerangan itulah oknum Satpol PP salah sasaran, satu diantara yang dihajar adalah polisi yang bermaksud melerai.

"Jadi tidak ada pengeroyokan terhadap polisi, penyerangan itu terjadi terhadap kawanan PUNK, Intel ini datang melerai, tapi ada oknum Satpol yang juga memukul ini Intel yang mencoba melerai ini," kata Andi Putra.

Dikatakan, anggota Satpol PP melakukan pemukulan hanya satu orang, sesuai Berita Acara Penyidikan (BAP) dan pengakuan oknum bersangkutan.

"Jadi kami harus klarifikasi, karena ini bisa memprovokasi institusi Polri, terutama Unit Intel, kesannya kita berani begitu, mengeroyok, atau berbuat yang tidak layak terhadap petugas," pungkasnya.

Dia menjelaskan, masalah itu berawal adanya anggota Satpol PP tidak berpakaian dinas duduk bersama pacar di Alun-alun.

Kemudian menegur kelompok pengamen, agar tidak beraktivitas di Alun-alun.

"Dia bilang jangan mengamen di sini, anak Punk ini katakan kenapa kalau saya mau mengamen?, nah anggota tadi ini bilang saya panggilkan itu Satpol, karena Satpol itu tugasnya menjaga ketertiban dan fasilitas umum milik pemerintah di Alun-alun," katanya.

Tak terima ditegur, kelompok pengamen bereaksi dengan menarik kera baju Satpol PP yang tidak berpakaian dinas sambil berkata silahkan panggil temannya.

"Jadi dia (Satpol tidak berpakaian dinas) melapor ke petugas yang berjaga. Lalu dua orang Satpol datang cari pengamen untuk menertibkan dan dibawa ke pos, karena mereka jumlahnya banyak akhirnya melawan memukuli Satpol yang dua orang ini," ucapnya.

Tak terima, dua Satpol PP tersebut meminta bantuan ke rekan sejawatnya, maka datanglah rombongan Satpol PP berseragam dinas mencari dan memukul para pengamen.

"Jadi sebelumnya anggota juga dikeroyok. Soal anggota intel itu, awalnya nongkron di Cafe melihat ada ribut dia datang bermaksud melerai, tapi ada oknum satpol memukul ini intel, dan kami akui itu kesalahan," tuturnya.

Sementara itu, awak Tribun-Sulbar.com masih berupaya melakukan konfirmasi ke Kasat Reksrim Polres Polman terkait duduk perkara masalah tersebut dan hasil penyelidikan lima anggota Satpol PP yang ditahan.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved