Libur Nataru
Telur Langka Jelang Nataru di Mamasa, Harganya Capai Rp 60 Ribu Per Rak
Kenaikan harga ini sudah seperti tradisi setiap menjelang hari raya natal dan tahun baru. Kebutuhan konsumen meningkat selalu menjadi alasan naik.
Penulis: Adriansyah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Maslan-sedang-menyusun-telur-dagangannya.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Memasuki bulan Desember 2022, kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kenaikan harga ini sudah seperti tradisi setiap menjelang hari raya natal dan tahun baru.
Kebutuhan konsumen meningkat selalu menjadi alasan naiknya harga.
Seperti halnya telur ayam ras.
Menjelang natal, harga telur di sejumlah pasar tradisional di Mamasa mengalami kenaikan harga.
Dari sebelumnya Rp. 48 ribu per rak, kini mencapai Rp. 55 ribu per rak.
Kenaikan harga itu disebabkan kurangnya pasokan telur dari luar daerah.
Pak Maslan, salah seorang pedagang telur mengaku menjual telur dagangannya seharga Rp. 55 ribu per rak.
Harga itu terpaksa ia patok karena telur yang ia jual, juga dibeli dari distributor seharga Rp. 48 ribu per raknya.
"Harga di kandang itu Rp. 48 ribu per rak, jadi kita jual di atas dari itu. Bahkan ada yang sampai 60 ribu rupiah per rak," kata Maslan, ditemui di Jl. Emmy Saelan, Mamasa, Rabu (21/12/2022).
Disebutkan Maslan, kenaikan harga diakibatkan kelangkaan stok telur.
"Naik harganya karena langka. Ini saya bawa dari Pangkajene," sebut Maslan.
Menurut dia, kondisi ini terjadi sejak memasuki bulan Desember.
"Sejak masuk Desember sudah begini harganya," tutur Maslan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng