Berita Sulbar

Selangkah Lagi, Ketua DPRD Sulbar Sandang Gelar Doktor Ilmu Dakwah dan Komunikasi di UIN Makassar

Diketahui, Suraidah melanjutkan pendidikan program doktor Dakwah dan Komunikasi di kampus peradaban julukan UIN Alauddin Makassar sejak tahun 2019.

Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun-Sulbar.com
Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, saat mengikuti ujian tertutup disertasi di kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (15/12/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Selangkah lagi Ketua DPRD Sulawesi Barat Hj Sitti Suraidah Suhardi, menyandang gelar doktor Ilmu Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Suraidah baru saja menunaikan ujian tertutup Disertasi dengan judul "Komunikasi Politik Partai Demokrat Dalam Kontestasi Politik Elektorat di Sulawesi Barat" di Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (15/12/2022).

Politisi cantik partai Demokrat Sulawesi Barat tersebut akan menjalani promosi doktor dua pekan ke depan atau tanggal 29 Desember 2022 setelah melalui tahap perbaikan Disertasi.

Diketahui, Suraidah melanjutkan pendidikan program doktor Dakwah dan Komunikasi di kampus peradaban julukan UIN Alauddin Makassar sejak tahun 2019.

Atas capaian tersebut, putri kedua mantan Bupati Mamuju, H Suhardi Duka itu, menyampaikan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT sebab telah sampai titik tersebut, meski masih ada satu tahap yang akan dilalui.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena di tengah kesibukan saya sebagai anggota DPRD, bisa mengupgrade keilmuan saya di UIN Alauddin, selain ilmu pengetahuan umum, juga tentu ilmu agama," kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Periode 2014-2019 tersebut.

Oleh sebab itu, lanjut perempuan yang terjung di dunia politik sejak usia 23 tahun tersebut, mengaku harus berbangga diri atas capaiannya mampu menuntaskan pendidikan S3 di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, sebagai istri dan juga sebagai ibu rumah tangga.

Selain itu, juga didasari dengan dalil-dalil Al Quran bahwa Allah SWT meninggikan derajat orang yang berilmu, jika kita miskin minimal kita tinggikan derajatnya di hadapan Allah SWT karena ilmu pengetahuan.

"Tentu ini juga berkat dukungan keluarga dan sahabat yang selalu mendorong dan menyemangati selama proses perkuliahan," ujarnya

Dikatakan, hal tersebut juga sebagai pembuktian dan penegasan bahwa seorang politisi perempuan harus bisa mengupgrade keilmuannya, sehingga tidak hanya bermodal kecantikan, tetapi ditopan dengan keilmuan yang mumpuni.

"Apalagi kita sebagai wakil rakyat, bersentuhan langsung dengan proses pengambilan kebijakan, meramu aturan, sehingga penting bagi politisi terus belajar," pungkasnya.

Capaian tersebut kata dia, tentu dipersembahkan kepada orangtua, utamanya bapak yang senantiasa menjadi pemantik untuk terus meninggikan pendidikan.

"Bapak tidak mendikte anak-anaknya, tapi bapak terus memberikan semangat. Bahkan pernah berseloroh pada saat promosi doktor, dia katakan siapa kira-kira anakkku ini yang bisa mengikuti jejak pendidikanku," tuturnya.

Sehingga sebagai anak, kata Suraidah terus berupakan menunaikan harapan orangtua.

Suraidah pun menjelaskan mengapa mengambil program doktor Dakwah dan Komunikasi.

Sebab kata dia, posisinya sebagai anggota DPRD sangat berhubungan dengan komunikasi politik.

"Ilmu kominikasi ini mencakup keilmuan yang luas, sehingga saya memandang ini penting dan paling cocok bagi saya untuk memperdalam keilmuan itu," pungkasnya.(*)

 

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved